
PP Muhammadiyah Percayakan UMS Jadi Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial
Penunjukan ini menjadi bagian dari penguatan sistem data dan perencanaan berbasis spasial.
Konstruksi Media – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menunjuk Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial Muhammadiyah.
Penunjukan ini menjadi bagian dari penguatan sistem data dan perencanaan berbasis spasial untuk mendukung tata kelola organisasi dan pembangunan berkelanjutan.
Bendahara PP Muhammadiyah sekaligus Badan Pembina Harian (BPH), Marpuji Ali, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada UMS. Ia menilai penguatan regulasi dan penataan organisasi menjadi kebutuhan seiring berkembangnya skala Muhammadiyah.
“Saya berharap,….. regulasi dan penataan organisasi dapat semakin mengimbangi kebutuhan pengembangan persyarikatan yang terus meluas,” ujar Marpuji saat acara di Gedung Induk Siti Walidah pada awal pekan ini.
Baca Juga:
Gandeng BNI, Muhammadiyah Groundbreaking Megatorium di Purwokerto
Marpuji juga menyoroti posisi Muhammadiyah yang kerap disebut menyerupai organisasi kenegaraan, baik dari sisi skala maupun sistem. Sejumlah konsep yang berkembang di Muhammadiyah, menurutnya, turut memberi pengaruh terhadap kebijakan publik, termasuk di bidang pendidikan dan pembangunan.
Sementara itu, Ketua Biro Pengembangan Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah, Punang Amaripuja, menjelaskan bahwa peran UMS sebagai pusat pengembangan infrastruktur informasi geospasial memiliki posisi strategis.
Infrastruktur geospasial dinilai penting untuk mendukung perencanaan, pemetaan aset, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
“Pembahasan meliputi pemaparan gambaran umum tugas BPO, pendalaman peran UMS sebagai Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial Muhammadiyah, serta pembahasan sejumlah draf regulasi yang kami minta untuk disusun bersama UMS,” kata Punang.
Baca Juga:
Siapkan Proyek Infrastruktur 2026, Pemkot Surabaya Buka Lelang Konsolidasi Semen
Regulasi tersebut mencakup tata kerja organisasi, keamanan Data dan Informasi Digital Muhammadiyah (DIDM), hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Saat ini, BPO mengelola lima bidang kerja, salah satunya pengembangan infrastruktur informasi geospasial.
Melalui penguatan sistem informasi terintegrasi dan sertifikasi SDM, PP Muhammadiyah berharap peran UMS dapat mendorong tata kelola berbasis data yang lebih profesional, terstandar, dan berkelanjutan.




