NewsSustainabilityTeknologi

PJCI, MASTEL & MKI Hadiri ISUW 2026 di India

Konstruksi Media — Delegasi Indonesia yang yang berasal dari Pemrakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) bersama Delegasi Masyarakat Telekomunikasi (MASTEL) dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia menghadiri India Smart Utility Week (ISUW) 2026 di Hotel Lalit, New Delhi, India.

Di mana kegiatan ini berlangsung dari Tanggal 10 hingga 14 Maret 2026. PJCI diwakili oleh Bagus Setyawan dan Lena Lusiana, MASTEL mengirimkan Teguh Prasetya dan Habibie Razak dari MKI.

Hari Pertama

Hari pertama, delegasi Indonesia menghadiri sesi pelatihan singkat “Agentic AI untuk bisnis utilitas dan energi (cara membangun dan menerapkan Agen AI)” dan Workshop Koordinasi Standardisasi Energi Cerdas IEC – IEEE – BIS ke-10.

Delegasi Indonesia
PJCI, MASTEL & MKI Hadiri ISUW 2026 di India. Dok. Ist

Sesi agentic AI berisikan pengenalan singkat tentang bagaimana cara membangun dan menerapkan agen AI menggunakan UiPath. UiPath adalah platform otomasi berbasis AI terkemuka yang dirancang untuk menyederhanakan proses bisnis yang berulang, manual, dan memakan waktu,  menggunakan AI untuk mengidentifikasi kerusakan peralatan dan inefisiensi proses dalam pengoperasian pembangkit listrik termasuk penggunaan LLM, A Large Language Model (LLM) yang dilatih pada kumpulan data besar untuk memahami, menghasilkan, dan meringkas bahasa manusia.

Fungsi utamanya adalah menganalisis pola dalam teks untuk memprediksi dan menghasilkan respons yang koheren dan sesuai konteks untuk tugas-tugas seperti pengkodean, penerjemahan, dan chatbot.

Trainer berasal dari 4 perusahaan yang berbeda yakni Boundaryless Group, Natwest Group, Siddhant Shrivastava dan AI Library/Enterprise AI.

Hari Kedua

Hari kedua, delegasi Indonesia menghadiri beberapa sesi seperti upacara pembukaan resmi acara ISUW 2026 ini yang dibuka oleh Indian Smart Grid Forum, Reji Kumar Pillai didampingi Executive Director Reena Suri yang membawakan closing remars.

Sesi siang hari menghadirkan tematik konferensi dengan berbagai topik seperti AI Data Centre, Digitized Discom and Digital Customer, Digital Grids on Unified Energy Interface (UIE).

Pada sesi Digitized Discom and Digital Customer menghadirkan beberapa narasumber lokal yang memberikan update terkait F2F transaction yang sudah diimplementasikan di India 6-7 tahun lalu. Transaksi Peer-to-Peer (P2P) dalam bisnis listrik adalah mekanisme terdesentralisasi yang memungkinkan konsumen dan produsen listrik (khususnya pengguna panel surya atap, atau “prosumer“) untuk membeli dan menjual listrik secara langsung satu sama lain, seringkali melewati perantara utilitas tradisional.

Transaksi ini difasilitasi oleh platform digital, yang sering menggunakan teknologi blockchain untuk penyelesaian yang aman, transparan, dan otomatis.

Delegasi Indonesia
PJCI, MASTEL & MKI Hadiri ISUW 2026 di India. Dok. Ist

Komponen utama transaksi Energi P2P

– Prosumer: Individu atau entitas dengan panel surya yang menghasilkan surplus listrik dan menjualnya.

– Konsumen: Pengguna yang membeli surplus energi ini, seringkali dengan harga yang lebih kompetitif daripada tarif jaringan listrik.

– Platform Digital/Blockchain: Lapisan teknologi yang menghubungkan pembeli dan penjual, mencatat transaksi, dan menangani penyelesaian otomatis secara real-time.

– Smart meter: Perangkat yang diperlukan untuk mengukur, memverifikasi, dan melacak konsumsi dan pembangkitan energi secara real-time.

– Infrastruktur Fisik: Kabel dan infrastruktur jaringan DISCOM (Perusahaan Distribusi) yang ada masih membawa daya fisik, meskipun transaksi keuangan dilakukan secara langsung.

India beberapa tahun terakhir mendapatkan pembelajaran penting dari mekanisme P2P ini dan narasumber yang hadir adalah stakeholder yang berasal dari Regulatory authorities seperti state electrocyte regulatory commission (SERC), forum of regulations (FOR), Distribution Utilities; state owned distribution companies, Technology and platform providers antara lain blockchain/digital energy platform providers, smart meter technology providers, AMISPs/meter data management system providers dan tentunya market participants yang tidak lain adalah P2P prosumers (rooftop solar owners), P2P consumers dan service providers yang mengoperasikan P2P platforms.

Hari Ketiga

Sesi yang tidak kalah menariknya di hari ketiga tanggal 12 Maret antara lain Rise of “Flexumers” and Digital Tools for DER Management and Grid Integration, Smart Metering and Smart Meter Data Analytic, Digitalization Roadmaps for Utilities, Role of Small Modular Reactors (SMR) in the Net Zero Power Systems (in Partnership with BSCE Systems) dan banyak lagi.

Hari keempat berisikan sesi AI-ML-VR and Robotics Application for Utilities, Electric Vehicles – A $200 Billion Opportunity in India to be Unlocked, Electrification of Agricultural Sector – Electric Tractors and Solarized Irrigation Pumps dan beberapa sesi menarik lainnya.

Hari kelima delegasi dari berbagai negara yang hadir ditawarkan untuk technical visit ke National Load Dispatch Centre (NLDC) + Renewable Energy Management Centre (REMC), Smart Grid LAB and Micro Substation of Tala Power Delhi Distribution Ltd. (TPDDL) dan 800 kV HVDC Station in AGRA + TAJ MAHAL.

Baca Juga :

Suroso Isnandar Resmi Jadi Ketua Umum MKI 2026-2029, Nakhoda Baru Transisi Energi Nasional

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan