EQUIPMENTTeknologi

PHR dan Telkom metaNesia teken MoU Jaga Kedaulatan Digital Sektor Energi

Kerja sama ini bakal memperkuat posisi PHR sebagai anak perusahaan Pertamina pertama yang mengadopsi ekosistem Metaverse di Indonesia.

Konstruksi Media – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkolaborasi dengan melahirkan terobosan terbaru yaitu pengembangan
teknologi Metaverse (metaNesia).

Melalui platform dunia virtual Telkom metaNesia ini membangun Center of Excellence dalam Virtual Learning di sektor energi Indonesia.

Sinergi BUMN ini antara Pertamina (Persero) melalui anak usahanya dan PT Telkom diwujudkan dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PHR Jaffee Arizon Suardin dan Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid di Hotel Four Seasons, Jakarta.

Sinergi Pertamina/PHR dan Telkom melalui metaNesia dalam pengembangan Metaverse bertujuan untuk menjaga dan mengakselerasi kedaulatan digital nasional di sektor energi, sesuai arahan Menteri BUMN.

Menurut Jaffee, kerja sama bakal memperkuat posisi PHR sebagai anak perusahaan Pertamina pertama yang mengadopsi ekosistem Metaverse di Indonesia sejak Oktober 2022.

Berdasarkan McKinsey and Company Senior Executive Survey yang dirilis April 2022, valuasi Metaverse akan mencapai $5 triliun (sekitar Rp75 kuadriliun) pada 2030, dan 95% pemimpin bisnis memiliki ekspektasi Metaverse akan memberikan dampak positif di industri dalam waktu 5 hingga 10 tahun di masa mendatang. Sementara 61% pemimpin bisnis memiliki ekspektasi Metaverse akan mampu mengubah cara industri beroperasi.

Lapangan Produksi Migas PHR. Dok. Ist

“Eksplorasi kerja sama antara PHR dan metaNesia dalam pengembangan teknologi Metaverse membuka potensi sinergi usaha yang lebih luas di masa mendatang,” kata Jaffee Arizon Suardin, Sabtu, (18/2/2023).

Dia melanjutkan, implementasi teknologi Metaverse untuk membangun Center of Excellence akan
menjadi pusat pengetahuan digital dengan teknologi imersif (immersive technology) dari kegiatan migas seperti keselamatan kerja (HSE), pengeboran (drilling and completion), operasional, dan perkapalan (marine) di Wilayah Kerja Rokan, baik di Riau, Sumatera dan Jakarta.

“Tujuannya adalah peningkatan dan pengembangan kompetensi pekerja PHR
agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi terkini (cutting-edge technology),” urai Jaffee.

Sementara, Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid mengatakan eksistensi metaNesia sebagai platform dan ekosistem metaverse pertama di Indonesia menunjukkan keseriusan kami untuk mengakselerasi dan mengedepankan berbagai sektor pembangunan di Indonesia, salah satunya dalam bidang minyak dan gas.

“Kerja sama antara Telkom dan PHR diharapkan dapat menjadi langkah awal kolaborasi teknologi di bidang energi, yang dapat memajukan dan menghasilkan teknologi baru yang berperan di kedua belah pihak,” beber Fajrin Rasyid.

Sebagaimana diketahui, Metaverse melalui teknologi virtual reality (VR) menyuguhkan pengalaman yang lebih interaktif dan visualisasi yang lebih tajam, sehingga akan membantu dalam pemenuhan, peningkatan dan pengembangan kompetensi pekerja, dengan lebih aman, selamat, lebih user-friendly dan efisien.

Penerapannya bisa mulai dari aspek terpenting, yaitu pelatihan
kesehatan dan keselamat kerja (K3) di sektor hulu migas, aktivitas core business, seperti simulasi well control pada kegiatan pengeboran, dan keselamatan dalam kegiatan operasional perkapalan (marine safety).

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp