EnergiNews

PGEO Siapkan PLTP Lumut Balai Unit 3, Analis Rekomendasikan Tambah Saham

Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan

Konstruksi Media – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) kembali menegaskan agenda ekspansinya di sektor energi panas bumi dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) baru pada 2026. Langkah ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja jangka panjang dan pergerakan saham perseroan.

Terbaru, PGEO menggelar kick-off meeting sebagai penanda dimulainya eksekusi proyek pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW). Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan, tersebut ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2030.

Kick-off meeting ini menjadi tahap awal penguatan koordinasi lintas fungsi di internal PGEO guna memastikan kesiapan proyek dari berbagai aspek.

Direktur Operasi Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan teknis, perizinan, pendanaan, hingga pengelolaan risiko proyek.

“Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025–2034,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 sendiri ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah dan tercatat dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas. Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025.

Capaian tersebut memperkuat langkah PGEO dalam mengejar target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta 1,8 GW pada 2033.

Baca juga: Emitmen Beralih ke Energi Hijau, PGEO Bidik Green Data Center Bareng Danantara

Dari sisi pasar, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai PGEO memiliki prospek kinerja yang solid seiring dengan rencana eksekusi proyek PLTP Lumut Balai Unit 3.

Menurutnya, proyek ini mencerminkan kemampuan PGEO dalam mengeksekusi proyek panas bumi berskala besar dan kompleks, sekaligus berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional dan bisnis jangka panjang.

“Proyek tersebut berpotensi menjadi katalis utama bagi pertumbuhan bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta mendukung stabilitas dan apresiasi harga saham PGEO ke depannya,” ujarnya.

Meski demikian, PGEO tetap perlu mencermati sejumlah risiko, khususnya terkait kebutuhan pendanaan dan pengelolaan belanja modal (capital expenditure/capex). Pasalnya, proyek energi terbarukan, terutama PLTP, membutuhkan investasi besar dengan struktur pembiayaan yang relatif kompleks.

Namun risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola selama eksekusi proyek berjalan konsisten dan berkelanjutan. “PGEO perlu mengoptimalkan penggunaan capex agar setiap proyek berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambah Nafan.

Atas pertimbangan tersebut, Nafan merekomendasikan add saham PGEO dengan target harga di level Rp1.380 per saham. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan