EnergiENERGIINFOListrikNews

PGEO dan PLN Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi–Sumatera untuk Transisi Energi

Bersama PLN mendukung transisi energi dan target Net Zero Emission.

Konstruksi Media – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus memperkuat sinergi pengembangan energi panas bumi dalam mendukung transisi energi nasional.

Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan PLN ke PGE Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (12/2/2026). Kedua BUMN membahas optimalisasi pembangkit eksisting, pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta peluang kemitraan strategis di Sulawesi dan Sumatera.

Rombongan PLN yang dipimpin Executive Vice President Manajemen Panas Bumi (MPB) John Y.S. Rembet bertemu langsung dengan Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong.

“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi PGE,” ujar Andi.

Bahas Proyek Lahendong hingga Sungai Penuh

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas dokumen teknis proyek PLTP Lahendong Unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu Unit I–IV, serta pengembangan WKP Sungai Penuh di Sumatera.

Baca juga: PGEO Jadi Calon Pelaksana PSPE Cubadak Panti, Perkuat Cadangan Panas Bumi Nasional

PLTP Lahendong yang beroperasi sejak 2001 menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan, dengan kontribusi hingga 24 persen terhadap kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara.

Andi berharap sinergi yang solid akan memperkuat peran PGEO dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

“Kami ingin memastikan kontribusi nyata dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” tegasnya.

Kapasitas 1.932 MW, Pasok Listrik untuk 2 Juta Rumah

Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 megawatt (MW), atau sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Sepanjang 2024, pembangkitan listrik berbasis panas bumi mencapai 4.827 gigawatt hour (GWh), yang mampu memasok listrik bersih bagi lebih dari dua juta rumah tangga.

Sinergi PGEO dan PLN ini diharapkan mempercepat pengembangan potensi panas bumi di Sulawesi dan Sumatera, sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan