PGE Tancap Gas Transisi Energi Bersih, Bidik Kapasitas 1 GW dalam Tiga Tahun
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar PGE dalam menyongsong 100 tahun pengembangan panas bumi Indonesia pada 2026
Konstruksi Media – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkuat perannya sebagai penggerak utama transisi energi bersih nasional sekaligus penguat ekosistem panas bumi Indonesia. Mengusung tema “Empowering The Green Acceleration”, PGE menegaskan komitmennya pada inovasi berkelanjutan, kolaborasi strategis, serta pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah operasi.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar PGE dalam menyongsong 100 tahun pengembangan panas bumi Indonesia pada 2026, dengan kontribusi yang semakin signifikan dan berdampak luas. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa PGE tidak hanya berfokus pada pencapaian target operasional, tetapi juga menciptakan lompatan baru melalui strategi Beyond Electricity.
“Kami memimpin transformasi energi dengan memastikan panas bumi terus berekspansi dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Groundbreaking Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu pada September lalu menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan panas bumi dapat melampaui batas konvensional. Ke depan, kami akan mempercepat konsistensi ini dan menjadikan momentum 100 tahun panas bumi Indonesia pada 2026 sebagai fondasi dominasi energi hijau masa depan,” ujar Edwil dalam keterangan tertulis.
Di usia ke-19, PGE terus mengakselerasi pengembangan panas bumi melalui sejumlah proyek strategis. Di antaranya beroperasinya Lumut Balai Unit 2, dimulainya eksplorasi PLTP Gunung Tiga, serta sinergi dengan PLN Indonesia Power untuk mempercepat pengembangan 19 proyek eksisting dengan total kapasitas mencapai 530 megawatt (MW). Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan komitmen PGE dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi bersih.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Perseroan juga tengah mengembangkan proyek-proyek baru, termasuk PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW. PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Selain itu, PGE telah mengidentifikasi potensi tambahan panas bumi sebesar 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri.
Baca juga: PGE Bidik Pembangunan Green Data Center Panas Bumi Pertama di Indonesia
Di tengah percepatan transformasi energi, PGE memastikan keberlanjutan sosial tetap menjadi bagian integral dari strategi bisnis. Melalui program PGE Berbagi yang merupakan rangkaian perayaan HUT ke-19, PGE menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan kelompok rentan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi.
Pada 4 Desember 2025, PGE Kantor Pusat menyalurkan 50 paket perlengkapan sekolah kepada Yayasan Al-Kahfi, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menegaskan bahwa semangat berbagi merupakan bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan operasional perusahaan.
“PGE tumbuh bersama masyarakat. Setiap langkah transformasi energi yang kami lakukan harus memberikan manfaat langsung bagi komunitas di sekitar wilayah operasi. Program PGE Berbagi memastikan bahwa keberlanjutan energi selalu berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial,” ujarnya.
Dengan fondasi inovasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial, PGE melangkah ke usia ke-19 dengan tekad menghadirkan energi bersih yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah operasinya. (***)




