GedungInfrastrukturNews

Peta Gempa Indonesia 2024 Resmi Diluncurkan, Integrasikan 129 Sumber Gempa Baru

Peta yang mengintegrasikan 129 sumber gempa baru dan 82 sesar aktif ini disosialisasikan oleh AIPI/ITB, bertujuan utama menjadi input teknis bagi revisi SNI 1726:2023 untuk ketahanan infrastruktur.

Konstruksi Media – Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 resmi diluncurkan dan disosialisasikan. Peluncuran ini bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan infrastruktur nasional, khususnya menjadi dasar bagi revisi Standar Nasional Indonesia (SNI 1726:2023).

​Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), HAKI, dan HATTl ini berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pada Selasa (25/11/2025).

Baca Juga:

Guru Besar Sipil ITB Sebut Pembangunan Pabrik Turap Baja di Tangerang “Warung Ilmu” Bagi Mahasiswa

​Lompatan Ilmiah dan Integrasi Sesar Aktif

 

Buku peta gempa.
Buku Peta Gempa resmi diluncurkan. Dok.Konstruksi Media

​Dalam paparannya, Narasumber Pertama, Prof. Sri Widiyantoro, dari ITB dan Anggota AIPI, menegaskan bahwa peta terbaru ini merupakan lompatan ilmiah signifikan. Peta Gempa Indonesia 2024 membawa pemutakhiran komprehensif dengan penambahan 129 sumber gempa baru.

​“Peta 2024 bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi lompatan ilmiah yang memasukkan temuan sesar aktif baru dan model probabilistik yang semakin presisi,” ungkap Prof. Sri Widiyantoro.

​Data terbaru ini mencakup identifikasi 82 sesar aktif baru (dengan 36 di antaranya berada di Pulau Jawa), serta pemutakhiran model probabilitas (PSHA) dan deterministik (DSHA).

Baca Juga:

Juara, ITS Pamer Bangunan Tahan Gempa dan Berkelanjutan di KJI – KBGI 2025

​Strategi Mitigasi dan Revisi SNI

 

Buku Peta Gempa
Buku peta gempa diharapkan dapat jadi acuan untuk terapkan strategi mitigasi. Dok.Konstruksi Media

​Peta Gempa 2024 ini secara spesifik memberikan panduan teknis dan kebijakan yang sangat vital dalam mitigasi risiko. Prof. Mashyur Irsyam, Guru Besar Teknik Sipil ITB yang juga narasumber, menekankan pentingnya peran peta ini bagi pembangunan nasional.

​“Pemutakhiran peta gempa ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan infrastruktur nasional,” ujar Prof. Mashyur Irsyam.

​Sosialisasi yang turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian PUPR ini menegaskan bahwa peta terbaru menjadi dasar penting dalam penyusunan standar SNI, perencanaan tata ruang, hingga perancangan infrastruktur vital dengan memperhatikan implikasi desain struktur untuk jangka panjang.

​Diskusi panel ini juga menghadirkan paparan dari Ir. Lutfi Faizal (PuSGeN) dan Prof. Iswandi Imran (ITB/AIPI) yang membahas implikasi teknis dan kebijakan, serta dipandu oleh Dr. Daryono dari BMKG.

Melalui pembaruan peta gempa ini, Indonesia mengambil langkah penting untuk membangun negeri dengan lebih aman.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan