INFOKorporasiNews

Pertamina Geothermal Energy Paparkan Outlook Kinerja 2025–2026, Target Pendapatan hingga US$450 Juta

Dalam materi public expose, manajemen PGEO menyebutkan bahwa produksi listrik diproyeksikan mencapai 4.978 GWh pada tahun depan

Konstruksi Media – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyampaikan proyeksi kinerja perseroan untuk tahun 2025 dan 2026. Manajemen menargetkan pendapatan pada 2025 berada di kisaran US$424–426 juta, ditopang oleh peningkatan produksi energi panas bumi.

Dalam materi public expose, manajemen PGEO menyebutkan bahwa produksi listrik diproyeksikan mencapai 4.978 GWh pada tahun depan, seiring rencana operasional penuh pembangkit Lumut Balai Unit 2.

“Potensi pendapatan perseroan diperkirakan berada di kisaran US$424–426 juta, dengan EBITDA margin sekitar 78–80% dan net profit margin di kisaran 33–35%,” tulis manajemen, melalui keterangannya, Senin (11/10/2025).

Stabilisasi Kinerja pada 2026

Untuk tahun 2026, PGEO memperkirakan kinerja akan meningkat dan stabil. Produksi panas bumi ditargetkan tumbuh sekitar 2,5% menjadi 5.103 GWh, dengan potensi pendapatan sekitar US$450 juta dari kombinasi operasi sendiri dan skema Joint Operation Contract (JOC).

Baca juga: PGE Akselerasikan Transformasi Digital untuk Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Panas Bumi Nasional

Perseroan juga menargetkan margin profitabilitas tetap terjaga. “PGEO akan mempertahankan EBITDA margin 78–80% dan net profit margin pada 33–35%,” lanjut manajemen.

Laporan Kinerja Kuartal III/2025

Sebelumnya, PGEO merilis kinerja kuartal III/2025 dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$104,27 juta atau sekitar Rp1,73 triliun (kurs Rp16.602 per US$). Angka tersebut turun 22,17% secara tahunan dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar US$133,99 juta.

Meski demikian, pendapatan perseroan tercatat tumbuh 4,19% (yoy) menjadi US$318,86 juta dibandingkan US$306,02 juta pada kuartal III/2024. Pelemahan laba bersih dipicu peningkatan beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya sebesar 16,83% menjadi US$140,21 juta, serta kenaikan beban umum dan administrasi dari US$15,02 juta menjadi US$21,16 juta.

Laba bruto PGEO pada periode tersebut tercatat turun 3,95% yoy menjadi US$178,64 juta. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan