Perluas Akses Pendidikan, Hutama Karya Bangun Sekolah Rakyat di Jakarta dan Sulawesi Barat
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama.
Konstruksi Media – PT Hutama Karya (Persero) resmi memulai pembangunan fasilitas pendidikan strategis melalui proyek Sekolah Rakyat di Provinsi DKI Jakarta dan Sulawesi Barat. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama yang dilaksanakan di Jakarta pada Senin (29/12).
Proyek nasional ini bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan yang layak, inklusif, dan terpadu guna mempercepat pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Executive Vice President (EVP) Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan kesiapan perusahaan untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan standar kualitas tinggi.
Baca Juga:
Membangun dengan Hati: Menavigasi Tantangan Konstruksi Indonesia 2026
“Kami berkomitmen mengedepankan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja zero accident agar fasilitas ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Mardiansyah dalam keterangannya.
Lokasi dan Konsep Boarding School Terpadu
Pembangunan dilakukan di tiga titik strategis dengan rincian sebagai berikut:
-
DKI Jakarta: Berlokasi di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, di atas lahan seluas 4,1 hektar dengan total luas bangunan 24.418 m2.
-
Sulawesi Barat: Terbagi di dua lokasi, yaitu Kabupaten Mamuju (8,2 hektar) dan Kabupaten Polewali Mandar (6,5 hektar).
Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep boarding school terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, mulai dari asrama putra dan putri, rusun guru, laboratorium bahasa, perpustakaan modern, hingga area botanical garden.
Dari sisi keamanan bangunan, sekolah di Sulawesi Barat dilengkapi dengan sistem tahan gempa SRPMM.
Baca Juga:
Tol Getaci Harapan Baru Pariwisata Pangandaran, Pangkas Waktu Tempuh hingga Separuh

Target Rampung Pertengahan 2026
Pekerjaan konstruksi dijadwalkan mulai berjalan pada akhir Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. Hutama Karya menargetkan seluruh fasilitas pendidikan ini dapat selesai dan siap digunakan pada pertengahan tahun 2026.
Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PU, Joni Sainuri Eksan, menegaskan bahwa proyek ini merupakan agenda strategis nasional yang dipantau ketat oleh berbagai pihak. “Seluruh pihak harus berkomitmen menjunjung tinggi integritas dan melaksanakan pekerjaan secara transparan serta akuntabel sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Joni.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan karakter, tetapi juga menjadi instrumen penting pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan pendidikan berkualitas.




