AsosiasiNews

Perkuat Profesionalisme Engineer, ACE DKI Jakarta Selenggarakan Seminar Keamanan dan Nilai Aset

Standar internasional bukan sekadar teori, tetapi menjadi landasan nyata untuk menjaga efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasional aset bangunan

Konstruksi mediaAsosiasi Chief Engineer (ACE) DKI Jakarta membuka seminar bertajuk “Elevating Asset Value: Specialized Lift Consulting and Comprehensive Property Risk Solutions” yang digelar hari ini.

Acara dibuka oleh Ketua Umum ACE, Junaidi, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis para chief engineer dalam mengelola aset berupa tanah, bangunan, serta seluruh sarana dan prasarana yang melekat di dalamnya.

Dalam sambutannya, Junaidi memberikan penghargaan kepada Approved Group International dan Approved Lift Consultants sebagai mitra penyelenggara. Ia menekankan bahwa kerja sama ini menjadi bukti bahwa industri dan asosiasi profesional dapat berjalan berdampingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor teknik.

“Peran seorang insinyur hari ini tidak hanya menjaga operasional gedung, tetapi memastikan ketenangan, keamanan, dan nilai jangka panjang dari setiap aset bangunan yang kami kelola. Ini adalah tanggung jawab strategi yang harus terus kita tingkatkan,” ujar Junaidi.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan infrastruktur dan teknologi bangunan yang semakin pesat menuntut insinyur untuk memahami standar global seperti EN81 dan EN115, termasuk strategi pemeliharaan, modernisasi lift, serta penilaian risiko pada bangunan dan fasilitas pendukungnya.

“Pengetahuan mengenai standar internasional bukan sekedar teori, tetapi menjadi landasan nyata untuk menjaga efisiensi, keselamatan, dan kelangsungan operasional aset bangunan,” tambahnya.

Junaidi juga menyampaikan penghargaan kepada para narasumber yang telah berbagi pengalaman dan wawasan. Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat profesionalisme mereka dalam mengelola aset properti.

Menutup Sambutannya, Junaidi menekankan pentingnya etika dan integritas dalam teknik profesi. “Menjadi insinyur bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.Melalui profesionalisme dan kolaborasi, kita bisa membangun masa depan industri teknik yang lebih aman dan bernilai tinggi,” ujarnya.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi para pembangunan di DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kontribusinya bagi kemajuan infrastruktur Indonesia.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan