Perkuat Fondasi Baja Nasional, Oriental Sheet Piling Bangun Pabrik di Indonesia
Oriental Castle Group sebagai induk perusahaan Oriental Sheet Piling menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap Indonesia
Konstruksi Media – Pembangunan pabrik sheet pile di Kawasan Industri Jatake, Tangerang, menjadi penanda penting babak baru penguatan industri fondasi baja nasional.
Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur dari kawasan pesisir hingga proyek strategis nasional, kebutuhan turap baja melonjak signifikan, sementara ketergantungan terhadap produk impor masih menjadi tantangan struktural yang belum sepenuhnya teratasi.
Momentum inilah yang mendorong Oriental Sheet Piling (OSP), bagian dari Oriental Castle Group, memulai investasi fasilitas produksi baru di Indonesia. Kehadiran pabrik ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, sekaligus menjadi pabrik sheet pile kedua yang beroperasi secara nasional, di tengah kebutuhan pasar yang mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun.

Pemerintah menyambut positif investasi tersebut sebagai bagian dari upaya substitusi impor dan penguatan rantai pasok industri baja nasional. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa industri baja nasional sejatinya telah memiliki kapasitas hulu yang memadai.
Tantangannya kini adalah memastikan integrasi dari bahan baku hingga produk jadi benar-benar berbasis produksi domestik.
Baca Juga :
Oriental Sheet Piling hadir di PIT HATTI 2025, Buka Jalan TKDN Konstruksi Lewat Produksi Lokal
Di tengah tekanan oversupply baja global, terutama dari China dan Vietnam, pemerintah menegaskan komitmennya melindungi industri nasional melalui instrumen perdagangan seperti anti-dumping, safeguard, dan pengaturan kuota impor. Langkah ini dinilai krusial agar industri baja dalam negeri tetap kompetitif, sehat, dan memiliki ruang tumbuh yang berkelanjutan.

Tak hanya berorientasi pada pasar domestik, pembangunan pabrik OSP juga diarahkan untuk menjawab peluang ekspor, seiring mulai efektifnya perjanjian dagang EU–CEPA. Pemerintah mendorong agar produk baja nasional memenuhi standar internasional dan mampu menembus pasar global, menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi basis produksi regional.
Dari sisi investor, Oriental Castle Group menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap Indonesia. Dengan investasi sekitar Rp60 miliar dan kapasitas produksi awal 10 ribu ton per tahun, pabrik di Jatake diproyeksikan menjadi pusat inovasi teknologi fondasi baja yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri baja Asia Tenggara.
Note: Lebih lengkapnya artikel ini sudah tayang di Majalah Konstruksi Media edisi XVIII/2025. Silahkan Klik Link Berikut … https://anyflip.com/nwzpn/umjn/




