News

Perkuat Bisnis Keberlanjutan, SIG Catatkan Laba Bersih Rp 495 M

Guna melayani kebutuhan semen dan bahan bangunan di seluruh Indonesia, saat ini SIG memiliki sejumlah fasilitas produksi.

Konstruksi Media – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengungkapkan pihaknya terus memperkuat posisi sebagai pemimpin penyedia solusi bahan bangunan dan turunannya. Hal tersebut terbukti bahwa emiten berkode SMGR mencatatkan kinerja positif pada akhir tahun lalu berlanjut pada awal tahun 2022 sebesar Rp498,55 miliar untuk perolehan laba bersih.

“Pada kuartal I/2022, SIG telah membukukan laba bersih Rp498,55 miliar, naik 10,72 persen dibandingkan periode yang sama 2021 yang senilai Rp450,26 miliar,” ungkap Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni dalam keterangannya, Selasa, (28/6/2022).

Ia melanjutkan, laba SIG pada kuartal I/2022 ini ditopang oleh peningkatan penjualan berkat menguatnya permintaan di pasar domestik. Penjualan SMGR tercatat naik 1,6 persen menjadi 7,4 juta ton pada tahun ini.

Hal ini membuat pendapatan SMGR ikut terkerek menjadi Rp8,14 triliun, naik 0,7 persen dibandingkan kuartal I/2021 yang sebesar Rp8,08 triliun.

Dia mengungkapkan, saat ini SIG memiliki sejumlah fasilitas produksi guna melayani kebutuhan semen dan bahan bangunan di seluruh Indonesia.

“SIG telah memiliki lima merek semen yang dipasarkan di Indonesia diantaranya Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, serta Semen Andalas. Selain itu, SIG juga memiliki 1 merek di Vietnam yakni Thang Long Cement,” ungkap Vita.

Baca Juga : Asosiasi Semen Indonesia Dukung Proyek Infrastruktur Gunakan Produk Lokal

Dia menambahkan, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 serta peningkatan aktivitas konstruksi dan infrastruktur, kinerja perusahaan berkode SMGR diperkirakan lebih moncer pada tahun ini.

Berikut gambaran kinerja SMGR sepanjang 2021 hingga kuartal I tahun 2022, pada tahun 2021, SIG mencatatkan total pendapatan sebesar Rp34,96 triliun. Beban pokok pendapatan meningkat 2,8% YoY menjadi Rp24,01 triliun.

SIG Perkuat Bisnis Berkeberlanjutan, Catatkan Laba Bersih Rp 495 M. DOk. Ist

“Selain karena peningkatan volume penjualan, peningkatan beban pokok pendapatan juga disebabkan oleh kenaikan biaya bahan bakar, sejalan dengan kenaikan harga batubara yang signifikan sepanjang tahun 2021,” imbuhnya.

Dijelaskan olehnya, di tengah tantangan persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat serta kenaikan harga batu bara yang signifikan, terbukti SIG mampu melalui tahun 2021 dengan pencapaian kinerja penjualan yang baik.

“Total volume penjualan SIG pada tahun 2021 meningkat 1,6% menjadi 40,47 juta ton dari tahun 2020 sebesar 39,85 juta ton, terutama dikontribusikan oleh peningkatan penjualan regional yang tumbuh seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di berbagai negara tujuan ekspor,” paparnya.

Ia menambahkan, SMGR mencatatkan kinerja apik sepanjang 2021. Perseoran membukukan laba bersih sebesar Rp2,02 triliun pada 2021. Capaian positif ini menguatkan posisi SIG sebagai pemimpin penyedia solusi bahan bangunan dan turunannya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022, memutuskan bahwa membagikan dividen senilai Rp1,02 triliun, atau setara 50,66 persen dari total laba tahun 2021. Sisanya, Rp997,19 miliar atau 49,34 persen ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Dari jumlah dividen yang dibagikan itu, pemerintah mendapatkan Rp522,34 miliar berkat kepemilikan saham sebesar 51,01 persen. Ada pun, sisanya senilai Rp501,65 miliar dibagikan kepada pemilik saham publik atau setara 48,99 persen total saham. Artinya, dividend per share (DPS) pada tahun buku 2021 sebesar Rp172,62 per lembar saham.

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp