Konstruksi Media – Pemerintah selama tahun 2005 hingga 2022 telah membangun rumah susun (rusun) sebanyak 2.169 tower senilai Rp28,797 triliun. Rusun untuk masyarakat tersebut dibangun secara merata dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga pemanfaatan lahan yang ada bisa lebih optimal sekaligus mendukung penyediaan hunian yang layak huni.
“Pemerintah selama tahun 2005 hingga 2022 telah membangun rusun sebanyak 2.169 tower senilai Rp28,797 triliun,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Iwan mengatakan, lokasi pembangunan rusun tersebut tersebar di sejumlah wilayah yakni Wilayah I (Sumatera dan Kalimantan) sebanyak 535 tower senilai Rp6,304 triliun, Wilayah II (Jawa, Bali, Nusa Tenggara) sebanyak 1.271 tower senilai Rp17,52 triliun dan Wilayah III (Sulawesi, Maluku, Papua) sebanyak 363 tower senilai Rp4,97 triliun.
Baca juga: Iwan Suprijanto Terima Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama dari ITB
Sebagai informasi, bantuan pembangunan rusun merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jenis bantuannya antara lain Rusun umum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Rusun Negara untuk ASN, Anggota TNI dan Anggota Polri dan Rusun Khusus untuk pekerja industri, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, nelayan, korban bencana, masyarakat terdampak pembangunan pemerintah pusat, wilayah 3 T yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar, tenaga kesehatan, Lansia, PPKS, masyarakat miskin, disabilitas, yatim piatu, anak terlantar, peserta didik, masyarakat berprestasi dan pelaku olahraga.
“Bentuk bantuan hunian vertikal yang disalurkan pemerintah adalah bangunan rusun beserta prasarana, sarana dan utilitasnya (PSU) dan meubelairnya. Adapun besaran bantuannya adalah bangunan dua sampai lima lantai dan bangunan lebih dari lima lantai yang sudah mendapatkan persetujuan Menteri PUPR,” ucapnya.
Baca juga: BTN Gaet Summarecon Agung Salurkan KPR Segmen Menengah Atas
Dari data yang dihimpun dari Direktorat Rusun Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, rusun yang telah dibangun saat ini sebagian besar sudah dihuni oleh masyarakat. Rusun yang sudah dihuni tercatat sebanyak 2.098 tower sudah dihuni atau 96,73 persen dan sebanyak 71 tower atau 3,27 persen dalam proses penghunian.
“Kami berharap dengan menghuni Rusun ini masyarakat bisa menghuni rumah secara vertikal yang layak huni. Untuk itu, para pengusul bantuan baik pemerintah daerah, perguruan tinggi bisa segera mengelola rusun yang ada dengan baik karena masih banyak masyarakat membutuhkan tempat tinggal,” katanya.
Baca artikel selanjutnya:
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
- Menteri Dody Tinjau Lokasi Usulan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim