Konstruksi Media — PT Nindya Karya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Bersinergi dengan Danantara Indonesia melalui program BUMN Peduli, Nindya Karya berperan aktif dalam membantu masyarakat terdampak memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Salah satu wujud nyata dukungan tersebut direalisasikan melalui pembangunan Hunian Sementara Danantara (Huntara) di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam program ini, Nindya Karya membangun sebanyak 200 unit hunian sementara yang dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi warga terdampak bencana.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendampingi masyarakat pada masa pemulihan.

“Kehadiran hunian sementara ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera beralih dari kondisi darurat menuju tahap pemulihan. Kami merancang hunian yang aman dan nyaman, dilengkapi fasilitas pendukung agar aktivitas sehari-hari warga tetap berjalan,” ujar Firmansyah dalam keterangan resmi, Kamis (15/1).
Pembangunan Huntara menggunakan sistem modular dengan struktur baja ringan yang telah teruji kualitas dan ketahanannya. Metode konstruksi ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi standar mutu dan keamanan bangunan.
Baca juga: Pangkas 37 Tikungan Tajam, Nindya Karya Groundbreaking Jalan Singaraja–Mengwitani
Selain unit hunian, kawasan Huntara juga dilengkapi dengan fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, antara lain 40 unit toilet, empat unit dapur umum, serta empat unit musala. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas sosial dan kebutuhan ibadah warga selama masa tinggal di hunian sementara.
Saat ini, pembangunan hunian dan infrastruktur pendukung terus dikebut. Progres fisik di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga warga terdampak diharapkan dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.

Kehadiran Huntara ini disambut positif oleh masyarakat. Seorang warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan.
“Dengan adanya hunian sementara ini, kami dan keluarga merasa lebih tenang. Setidaknya kami memiliki tempat tinggal yang aman dan layak sambil menunggu kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Melalui pembangunan hunian sementara ini, Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah. Perusahaan berharap program ini dapat membantu masyarakat bangkit, memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi, serta menata kembali kehidupan menuju kondisi yang lebih stabil dan berdaya.(***)




