Penyebab Tembok Rumah Lembap saat Musim Hujan, Begini Cara Mengatasinya
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan penghuni rumah.
Konstruksi Media – Memasuki bulan November 2025, musim hujan telah tiba dan diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2026. Curah hujan yang meningkat membuat udara menjadi lebih lembap dan sering kali menimbulkan masalah pada dinding rumah. Salah satu yang paling umum terjadi adalah tembok yang menjadi lembap, bahkan berjamur.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan penghuni rumah. Jamur yang tumbuh di dinding menimbulkan bau tidak sedap dan bisa memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Penyebab Tembok Rumah Lembap
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tembok menjadi lembap saat musim hujan. Salah satunya adalah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, seperti pipa pembuangan air yang tersumbat. Air yang menggenang di sekitar rumah dapat meresap ke dinding dan membuat permukaan tembok basah.
Selain itu, kelembapan tanah di sekitar bangunan juga berpengaruh besar. Tanah yang basah dalam waktu lama dapat menyalurkan air ke atas melalui proses kapilaritas, membuat bagian bawah dinding menjadi lembap.
Atap yang bocor atau memiliki kemiringan yang tidak sesuai juga menjadi penyebab umum. Air hujan yang tidak mengalir sempurna bisa merembes melalui celah kecil di dinding dan mengakibatkan kerusakan pada lapisan plesteran.
Cara Mengatasi Tembok Lembap
Untuk mengatasi tembok lembap, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki sumber permasalahan, seperti memperlancar saluran air dan memastikan atap tidak bocor. Setelah itu, lapisan plesteran lama yang sudah rusak dapat dikupas dan diganti dengan plesteran baru menggunakan campuran semen, pasir, dan air dalam takaran yang seimbang.
Penggunaan bahan aditif kedap air juga disarankan agar dinding tidak mudah menyerap air. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan pada bagian bawah dinding yang rawan terkena percikan air hujan.
Selain itu, memastikan rumah memiliki ventilasi dan pencahayaan alami yang cukup juga penting untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik. Udara yang mengalir lancar akan membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan.
Agar dinding lebih terlindungi, fondasi rumah juga perlu diperkuat dengan balok sloof dari beton bertulang. Struktur ini berfungsi mencegah air dari tanah naik ke dinding sekaligus mendistribusikan beban bangunan secara merata.
Dengan perawatan yang tepat dan rutin, masalah dinding lembap dapat dicegah sejak awal. Rumah pun akan terasa lebih sehat, nyaman, dan tahan lama, meskipun musim hujan tiba setiap tahun. (***)




