KorporasiNewsPropertiPROPERTY

Penjualan Properti Melemah, Laba Summarecon Agung Anjlok 44% di 2025

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja segmen pengembangan properti.

Konstruksi Media – Kinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sepanjang 2025 mengalami tekanan signifikan seiring melemahnya penjualan properti. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp766,55 miliar, turun 44,18% dibandingkan Rp1,37 triliun pada 2024.

Sejalan dengan penurunan laba tersebut, laba per saham (earnings per share/EPS) SMRA tercatat sebesar Rp46,43 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp8,76 triliun, atau turun 17,54% secara tahunan dari Rp10,62 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja segmen pengembangan properti.

Pendapatan dari segmen pengembangan properti tercatat Rp5,50 triliun, merosot 26,67% dibandingkan Rp7,50 triliun pada 2024. Kontributor terbesar masih berasal dari penjualan rumah kepada pihak ketiga sebesar Rp3,94 triliun.

Selain itu, penjualan ruko komersial menyumbang Rp931,21 miliar, apartemen Rp273,99 miliar, kavling Rp125,52 miliar, serta pergudangan Rp5,09 miliar.

Baca juga: Rayakan Usia Emas, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Para “Bintang” Properti

Di tengah penurunan tersebut, segmen properti investasi justru menunjukkan kinerja positif. Pendapatan dari segmen ini naik 5,81% menjadi Rp2,27 triliun pada 2025, dibandingkan Rp2,15 triliun pada tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan mal dan ritel pihak ketiga sebesar Rp2,06 triliun, yang mencerminkan pemulihan aktivitas komersial di pusat perbelanjaan.

Sementara itu, pendapatan dari kategori lain-lain juga meningkat tipis sebesar 1,43% menjadi Rp981,12 miliar. Pendapatan ini berasal dari sektor hotel, pengelolaan properti dan estat, serta bisnis rekreasi.

Dari sisi neraca, total aset SMRA tercatat Rp38,34 triliun pada akhir 2025, meningkat 14,35% dibandingkan Rp33,53 triliun pada 2024. Total liabilitas naik menjadi Rp22,33 triliun atau tumbuh 13,35%, sementara ekuitas meningkat 15,69% menjadi Rp16,00 triliun.

Melemahnya penjualan properti menjadi tantangan utama bagi kinerja SMRA di 2025, meskipun pertumbuhan segmen properti investasi memberikan penopang terhadap pendapatan perseroan. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan