Konstruksi Media – Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji menilai kebijakan perlindungan industri baja dalam negeri merupakan langkah yang lazim dilakukan banyak negara. Menurut dia, Indonesia perlu belajar dari Korea Selatan dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional.
Widodo mengatakan, pengalaman Korea Selatan menunjukkan bahwa perlindungan perdagangan tetap dibutuhkan, bahkan oleh negara dengan industri baja yang sudah maju.
“Korea Selatan membuktikan bahwa industri baja yang kuat tetap perlu dilindungi. Proteksi bukan berarti industrinya lemah, tetapi upaya menjaga pasar dalam negeri dari tekanan impor,” ujar Widodo, dikutip Senin (5/1).
Baca Juga:
Sambut 2026, Dirut Krakatau Steel Genjot Produksi Baja dan Budaya Malu
Bea anti-dumping Korsel hingga Uni Eropa
Ia menjelaskan, Korea Selatan secara konsisten menerapkan instrumen perlindungan perdagangan, seperti bea anti-dumping, untuk menahan masuknya produk impor yang merugikan produsen domestik. Kebijakan serupa juga dijalankan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, serta sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menyebut dukungan kebijakan pemerintah masih dibutuhkan agar industri baja nasional dapat bersaing secara sehat.
“Tanpa kebijakan yang adil, industri baja dalam negeri akan terus tertekan oleh produk impor,” kata Akbar.

Baca Juga:
Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera, Krakatau Steel Group Suplai 900 Ton Baja Jembatan Bailey
Krakatau Steel Lakukan Peningkatan Kualitas Produk
Akbar yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menyampaikan, Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui peningkatan efisiensi dan kualitas produk. Namun, langkah tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan yang melindungi pasar domestik.
“Proteksi yang tepat diperlukan agar industri baja nasional bisa tumbuh berkelanjutan dan mendukung pembangunan,” ujarnya.
Industri baja memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, energi, hingga transportasi. Penguatan Krakatau Steel Group dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian industri baja nasional di tengah persaingan global.




