NewsOPINIPerumahan

Pengamat Perkotaan: Perumahan Rakyat Butuh Aktor Kuat

Perjalanan HUD Institute dan gerakan ideologi Zulfi Syarif Koto adalah visi kedepan dalam ruang fisika quantum.

Konstruksi Media — Perumahan rakyat butuh aktor kuat, bukan seorang menteri. Seorang menteri hanya bertahan 5 tahun, tapi juga bisa bertahan hanya 2 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Pemerhati Perumahan dan Perkotaan, Yayat Supriatna, dalam sebuah group WhatsApp, di momentum perayaan 15 tahun The Housing and Urban Development (HUD) Institute.

Menurut dia, aktor yang menghayati makna rumah sebagai idelogi kesejahteraan, tidak akan pernah hanyut akan jabatan.

“15 Tahun bukan masa yang pendek. Ibarat remaja dia sedang lincah lincahnya bergerak. Rumah rakyat tidak perlu diurus oleh seorang menteri. Rumah rakyat dibangun dengan kesadaran akan makna  rumah membangun kehidupan,” kata dia sebagaimana diberitakan, Rabu, (14/01/2026).

“Bung Hatta dan Bung Zulfi (Pendiri The Housing and Urban Development (HUD) Institute beda tipis. Keduanya menteri dalam ruang dan waktu yang terus berjalan dalam kehidupan bangsa,” sambung Yayat menambahkan.

Yayat menjelaskan, api dan semangat itu tak pernah padam, walaupun urusan perumahan rakyat sering timbul dan tenggelam dalam institusi negara.

“Perjalanan HUD Institute dan gerakan ideologi Zulfi adalah visi kedepan dalam ruang fisika quantum. Belum sepenuhnya terwujud tapi sudah diwujudkan dalam ruang energi yang terus bergerak dalam sunyi dan tak berharap pada posisi untuk membangun visi negeri,” tuturnya.

Mengenai The HUD Institute

Sebagaimana diketahui, The HUD Institute merupakan sebagai wadah independen untuk merawat gagasan, kajian, dan advokasi di sektor perumahan dan kawasan perkotaan.

Berangkat dari pengalaman panjangnya sebagai birokrat dan ahli perumahan nasional, Zulfi Syarif Koto mendirikan The HUD Institute pada 14 Januari 2011 lalu.

Zulfi dikenal sebagai salah satu figur kunci dalam pemikiran dan pengembangan kebijakan perumahan dan perkotaan di Indonesia.

Kehadiran lembaga ini menjadi perpanjangan dari komitmen Zulfi dalam mendorong pembangunan perumahan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.

The HUD Institute merupakan lembaga kajian dan pemikiran (think tank) yang berfokus pada isu-isu strategis perumahan, permukiman, dan pembangunan perkotaan di Indonesia. Melalui riset, diskusi kebijakan, serta rekomendasi berbasis data, lembaga ini berperan sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.

Di bawah spirit pendirinya, The HUD Institute tidak hanya menjadi ruang refleksi kebijakan, tetapi juga pusat kontribusi intelektual untuk menjawab tantangan perumahan nasional di tengah dinamika urbanisasi yang terus berkembang.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan