Pemulihan Infrastruktur Aceh Masih Berpacu dengan Waktu
INKINDO melalui anggotanya sudah terlibat secara fisik di lapangan. Banyak perusahaan konsultan yang mendapat penugasan langsung dalam proyek bencana, termasuk di Aceh.
Konstruksi Media — Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah seperti di Sumatra dan Aceh kembali menyoroti tantangan besar dalam percepatan pemulihan infrastruktur, terutama pada fase tanggap darurat.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah dan belum matangnya skema pendanaan, pemerintah dituntut bergerak cepat agar akses dasar masyarakat dapat segera pulih.
“Kondisi ini membuat penanganan awal lebih difokuskan pada infrastruktur vital berskala besar, seperti jalan dan jembatan,” ungkap Ketua INKINDO Aceh Safri Ismi S.T., saat berbincang dengan Konstruksi Media melalui sambungan telepon, Selasa, (06/01/2026).
Ia menambahkan bahwa pada tahap awal, langkah yang diambil pemerintah adalah membuka akses terlebih dahulu melalui penanganan darurat.

Safri menjelaskan saat ini anggaran tanggap darurat sebagian besar masih bergantung pada pemerintah pusat.
Konsultan Perencana Sangat Dibutuhkan
Dalam kondisi tersebut, peran konsultan dinilai krusial agar percepatan pembangunan tetap berada dalam koridor teknis yang benar. Ketua INKINDO Aceh Safri menegaskan bahwa tanpa dukungan data dan desain yang matang, penyaluran dana besar justru berisiko menimbulkan masalah baru.
“Kalau proyek tidak didukung desain dan data yang lengkap, kasihan juga dana triliunan itu. Peran konsultan sangat dibutuhkan supaya pembangunan tepat sasaran dan sesuai kondisi teknis,” ujarnya menambahkan.
Ia juga menyoroti masih lambatnya respons pemerintah daerah yang cenderung menunggu kepastian anggaran. Namun demikian, ia menilai langkah pemerintah pusat untuk membuka ruang dukungan dari luar, termasuk BUMN dan skema bantuan lainnya, sebagai opsi realistis.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan INKINDO, Ir. H. Peter Frans, menegaskan bahwa organisasi dan anggotanya sejatinya telah terlibat langsung dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk Aceh.
“INKINDO melalui anggotanya sudah terlibat secara fisik di lapangan. Banyak perusahaan konsultan yang mendapat penugasan langsung dalam proyek bencana, termasuk di Aceh,” kata Peter Frans.
Ia menekankan bahwa keterlibatan konsultan bukan hanya soal proyek, tetapi juga bentuk tanggung jawab profesi untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Baca Juga :
Dirjen SDA Tinjau Bendungan Rukoh, Perkuat Pengawasan Infrastruktur Air di Aceh




