Pemerintah Dorong Substitusi Impor dan Penguatan Industri Baja Nasional
Deputi Kemenko Bidang Perekonomian menegaskan pentingnya substitusi impor, penguatan bahan baku lokal, dan peningkatan daya saing industri baja nasional menuju pasar ekspor.
Konstruksi Media – Pemerintah mendukung penuh pembangunan pabrik baru Oriental Sheet Piling (OSP) di Kawasan Industri Jatake, Tangerang.
Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Ali Murtopo Simbolon, dalam memberikan sambutan groundbreaking pabrik turap baja OSP.
Ia mengatakan bahwa hadirnya fasilitas produksi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kemampuan industri dalam negeri, khususnya di segmen sheet piling.
“Terima kasih kepada OSP atas upaya membangun pabrik di Indonesia. Setelah 20 tahun berbisnis di Indonesia, kini saatnya kita memperkuat produksi dalam negeri,” ungkap Ali Murtopo, dalam sambutannya di Kawasan Industri Jatake, Tangerang, Senin, (24/11/2025).
Menurut dia, pasar sheet piling nasional saat ini mencapai sekitar 300 ribu ton, namun sebagian besar masih dipenuhi oleh produk impor. Dengan beroperasinya pabrik baru ini (yang merupakan pabrik sheet piling kedua di Indonesia) pemerintah berharap kebutuhan domestik dapat dipenuhi oleh produksi lokal.
“Kami dari pemerintah tentu mendukung penuh. Semoga produksi bisa dimulai secepatnya sehingga market domestik dapat dilayani oleh industri dalam negeri,” ucapnya.
Ali juga menekankan bahwa komponen bahan baku sebaiknya memanfaatkan produksi nasional.
“Kalau bahan bakunya masih impor, itu sama saja. Kita dorong agar bahan-bahan yang digunakan berasal dari dalam negeri. Industri baja kita kapasitasnya besar, sudah lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan industri seperti OSP,” imbuhnya.

Peningkatan Daya Saing Ekspor
Selain isu substitusi impor, Pemerintah juga menyoroti pentingnya peningkatan daya saing ekspor. Ali Murtopo mengungkapkan bahwa penerapan EU–CEPA yang akan efektif tahun depan membuka peluang besar bagi industri baja nasional menembus pasar Eropa.
“Kami ingin produk-produk yang diproduksi di Indonesia memiliki standar internasional dan mampu masuk pasar global. Dengan EU–CEPA, peluang ekspor semakin terbuka lebar,” jelasnya.
Pemerintah juga terus mengawasi dinamika pasar baja global, termasuk banjir pasokan dari China dan Vietnam. Instrumen seperti trade seperti anti-dumping, safeguard, hingga kuota impor disiapkan untuk menjaga industri nasional agar tetap sehat.
“Bisnis baja memang menantang. Kita harus menjaga agar produk domestik tetap kompetitif di tengah oversupply global,” terang Ali.
Lebih jauh, Ali menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem industri baja nasional untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi.
“Presiden menegaskan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen. Untuk itu, industri seperti sheet piling harus diperkuat, baik dari sisi produksi maupun ekspor,” urai Ali.
Dirinya berharap pembangunan pabrik turab baja OSP ini dapat berjalan lancar dan menjadi bagian penting dalam rantai industri konstruksi nasional.
Baca Juga :
Investor Malaysia Bangun Pabrik Turab Baja di Tangerang




