Info ProyekNews

Pemerintah Bangun Rusun Kopassus 8 Lantai di Solo, 3 Tingkat Pertama Habiskan Rp13 Miliar

Kementerian PKP resmi menyiapkan pembangunan rusun bagi prajurit Kopassus di Solo.

Konstruksi Media – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi prajurit Kopassus di Solo, Jawa Tengah. Proyek ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi kekurangan unit rumah dinas yang dialami prajurit baret merah di wilayah tersebut.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Rencana strategis ini telah dikonsultasikan langsung bersama Panglima TNI guna memastikan ketepatan sasaran.

“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Menteri Ara dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (10/2).

Baca Juga:

Inovatif, Unhas Targetkan Zero Obesity dan Total Safety di Bulan K3 Nasional

Program BSPS untuk Dukungan Pembiayaan

Dalam pelaksanaannya, program Tapera dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga akan dilibatkan untuk mendukung pembiayaan. Menteri Ara menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam menyediakan hunian layak bagi prajurit.

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menjelaskan, saat ini pihaknya masih kekurangan sekitar 67 unit rumah di Solo. Pembangunan satu tower setinggi delapan lantai diharapkan mampu menutupi kebutuhan hunian tersebut secara efektif.

“Di Solo masih ada kekurangan sekitar 67 rumah. Karena itu kami didukung untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi,” kata Letjen TNI Djon Afriandi.

Baca Juga:

Harga Tanah Termahal di Jakarta, Ini Kawasan dengan Nilai Fantastis

Rp13 Miliar untuk 3 Lantai Pertama

Proyek ini menggunakan pendanaan APBN dengan alokasi awal sebesar Rp13 miliar yang difokuskan pada pembangunan tiga tingkat pertama. Selanjutnya, pemerintah akan menggunakan mekanisme multi years contract (MYC) setelah dilakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh.

Pemerintah menargetkan pembangunan rusun ini dapat berjalan lancar untuk mendukung kesiapan tugas para prajurit Kopassus. Kehadiran rumah dinas yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta produktivitas para prajurit di lapangan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan