Pembangunan Tahap Kedua Dimulai, Turyapada Tower Siap Jadi Eiffelnya Bali
Turyapada Tower yang digadang-gadang sebagai “Eiffelnya Bali” kini memasuki tahap kedua pembangunan.
Konstruksi Media – Turyapada Tower yang digadang-gadang sebagai “Eiffelnya Bali” kini memasuki tahap kedua pembangunan. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Pulau Dewata.
Menara yang berlokasi di kawasan Bedugul ini memiliki tinggi 115 meter dan berdiri di ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut. Tingginya hanya terpaut sekitar 6 meter dari Garuda Wisnu Kencana Statue di GWK Cultural Park.
Tahap Kedua Dikebut
Pembangunan tahap pertama telah menghabiskan anggaran sekitar Rp418 miliar. Tahap ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi serta fasilitas dasar wisata untuk mengatasi blank spot komunikasi di wilayah Karangasem, Buleleng, dan Jembrana.
Baca Juga:
Gandeng Partner Lokal, Hutama Karya Rampungkan Pembangunan Menara Turyapada Bali
Memasuki tahap kedua, progres pembangunan proyek Hutama Karya ini dilaporkan telah mencapai sekitar 45 persen. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan proyek ini harus selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas.
“Saya minta tepat waktu, tapi kualitas tidak boleh dikompromikan. Ini bukan bangunan biasa, melainkan ikon,” ujarnya, dikutip dari thebalisun, Rabu (8/4).
Koster menargetkan seluruh konstruksi rampung pada November 2026, dilanjutkan tahap persiapan sebelum peresmian pada Desember 2026.
Baca Juga:
WIKA Rugi Rp9,75 Triliun di 2025, Beban Keuangan dan Kinerja Proyek Jadi Tekanan
Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Terpadu
Dalam peninjauan ke lokasi, ia mengecek sejumlah fasilitas yang tengah dibangun, mulai dari area komunal, jalur dan terminal gondola, kawasan glamping, ruang pameran, hingga museum telekomunikasi.
Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu yang menggabungkan teknologi dan budaya. Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain planetarium, skywalk, restoran berputar 360 derajat, museum budaya Bali, wahana gondola, hingga taman rekreasi keluarga.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada penataan lanskap, termasuk akses menuju area parkir dan konektivitas antar fasilitas. Kawasan Bedugul sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah hijau yang masih terjaga di Bali.
Meski pembangunan masih berlangsung, kawasan Turyapada Tower sudah mulai dibuka secara terbatas untuk umum. Pengunjung dapat melakukan pemesanan tiket secara daring sebelum datang ke lokasi.




