Konstruksi Media – Emiten Konstruksi Bangunan, Infrastruktur, Mekanikal, dan Elektrikal PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengincar tambahan proyek baru mencapai Rp500 miliar hingga akhir tahun 2021. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Paramita Bangun Sarana Vincentius Susanto mengatakan, sejauh ini perseroan sudah berhasil mendapatkan proyek baru mencapai Rp 350 miliar.
Proyek yang didapatkan oleh Paramita Bangun tersebut yakni proyek pabrik biodiesel, pabrik kelapa sawit, dan storage tank. Vincentius menjelaskan, proyek tersebut sebagian sudah berjalan dan dalam tahap proses konstruksi.
Diharapkan setidaknya 70 persen dari proyek baru tersebut bisa terselesaikan hingga akhir 2021 mendatang. Sehingga, target pendapatan sebesar Rp350 miliar yang telah dibidik bisa terwujud.
- Data Center Andal Adalah Kunci Pengembangan AI yang Aman dan Efisien, Begini Kata Para Pakar
- Kinerja Semen Indonesia di 2024: Raup Laba Bersih Rp719,76 Miliar
- Dukung Kelancaran Mudik, KAI: Stasiun Yogyakarta Simpul Integrasi Transportasi
Tak hanya proyek baru yang sudah didapatkan, kata dia, Paramita Bangun juga terus aktif menawarkan jasanya. Kini, perseroan tengah merampungkan proses finalisasi tender sejumlah proyek.
“Atas dasar tersebut, manajemen perseroan optimis menargetkan setidaknya tambahan proyek sekitar Rp500 miliar sampai dengan akhir tahun 2021,” kata Vincentius seperti dikutip Konstruksi Media.
Sejauh ini, Paramita Bangun tercatat sudah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp73 miliar hingga Juni 2021. Angka tersebut setara dengan 20,86 persen dari target pendapatan tahun 2021 sebesar Rp350 miliar. Dari pendapatan tersebut, sebesar 90 persen berasal dari penyelesaian dari proyek yang didapatkan pada 2020.
Jumlah pendapatan tersebut, kata Vincentius, lebih kecil jika dibandingkan realisasi pendapatan di tahun 2020 yang mencapai Rp500 miliar. Ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sehingga membuat sejumlah pelanggan perusahaan menangguhkan aktivitas konstruksinya. Terlebih, perseroan juga taat terhadap protokol kesehatan yang ketat di kantor maupun lapangan sesuai anjuran pemerintah, sehingga mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit.