Pangkas 37 Tikungan Tajam, Nindya Karya Groundbreaking Jalan Singaraja–Mengwitani
PT Nindya Karya resmi memulai pembangunan Jalan Singaraja–Mengwitani.
Konstruksi Media – PT Nindya Karya resmi memulai pembangunan Jalan Singaraja–Mengwitani melalui prosesi groundbreaking yang digelar pada Selasa (7/1/2026). Proyek strategis hasil kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas serta meningkatkan aspek keselamatan transportasi di Pulau Dewata.
Pembangunan jalan sepanjang 1,1 kilometer ini dirancang untuk mengatasi tantangan geografis jalur tersebut yang selama ini dikenal memiliki kelandaian ekstrem dan tikungan tajam yang berisiko bagi pengendara.
Baca Juga:
Akuisisi Rp174,8 Miliar, DADA Tbk Tancap Gas Kembangkan Landed Housing
Pangkas Waktu Tempuh dan Tingkatkan Keamanan
Proyek ini diproyeksikan membawa perubahan signifikan bagi mobilitas warga dan wisatawan. Waktu tempuh yang semula mencapai 21,22 menit akan dipangkas secara drastis menjadi hanya 8,61 menit.
Selain efisiensi waktu, aspek keamanan menjadi prioritas utama. Jumlah tikungan tajam akan dikurangi dari 58 titik menjadi hanya 21 titik. Kelandaian jalan pun diturunkan dari maksimal 27% menjadi hanya 10%. Perubahan teknis ini diharapkan mampu mengubah status kerawanan jalur dari kategori “sangat berbahaya” menjadi “aman”.

Detail Teknis dan Target Pengerjaan
Dalam masa pelaksanaan 750 hari kalender, Nindya Karya akan melakukan pengerjaan fisik yang meliputi:
- Pembangunan jalan baru: 0,88 kilometer.
- Pembangunan dua jembatan: Total panjang 220 meter, yang terdiri dari Jembatan 5 (124 meter) dan Jembatan 6 (96 meter).
Acara groundbreaking ini dihadiri langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PU Asep Syarip Hidayat. Kehadiran manajemen PT Nindya Karya menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kualitas bangunan yang berkelanjutan.
PT Nindya Karya berkomitmen untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga:
Fondasi yang Diuji Badai: Perjuangan Proyek Infrastruktur Indonesia di Era Ketegangan Global
Selain manfaat ekonomi dan keamanan, proyek ini juga diklaim ramah lingkungan karena diprediksi mampu mengurangi emisi karbon kendaraan hingga 10% berkat alur jalan yang lebih landai dan efisien.




