GedungHeadlineNews

Pabrik Baterai bakal Dibangun di Karawang, Target Beroperasi Akhir 2026

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas awal 6,9 GWh pada fase pertama, yang selanjutnya akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Konstruksi Media — Holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), membangun fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

CATIB merupakan perusahaan patungan MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) bersama Brunp dan Lygend (CBL). Proyek ini dirancang memiliki kapasitas awal 6,9 GWh pada fase pertama, yang selanjutnya akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa negara hadir untuk mendorong pembentukan industri strategis berbasis teknologi yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta integrasi sistem industri hulu hingga hilir kendaraan listrik,” ujar Dwi dalam acara Ceremony First Incoming Equipment to Cell, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, penguatan ekosistem industri tersebut akan mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Proyek CATIB di AIH dibangun di atas lahan seluas 43 hektare dan terdiri atas dua fasilitas utama. Fasilitas pertama adalah Module & Pack (MP) Plant, yang groundbreaking ceremony-nya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Pembangunan fasilitas ini telah rampung, termasuk instalasi peralatan manufaktur baterai pada Januari 2026.

“Ini merupakan fasilitas inti berupa rangkaian mesin otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik,” jelas Dwi.

Fasilitas kedua adalah Cell Plant, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Fasilitas ini akan memproduksi unit dasar sel baterai yang selanjutnya dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik (EV) maupun aplikasi energi lainnya.

Baca juga: Investor Bidik Cikarang–Karawang, Ingin Bangun Raksasa Data Center

Dwi menegaskan, keberadaan fasilitas Battery Cells, Module & Pack di Karawang diharapkan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral, sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik nasional.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL terkait kerja sama penelitian dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik. Kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, sekaligus mempersiapkan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir pada 2028.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa kolaborasi strategis tersebut menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan peran sebagai penggerak hilirisasi industri.

“Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara untuk menjadi motor pembangunan peradaban masa depan. Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional secara konsisten, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.

“Kemajuan signifikan proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai yang kompetitif dan berkelanjutan,” kata Aditya.

Ia menambahkan, penandatanganan MoU tersebut menjadi cerminan komitmen bersama agar industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan