MaterialNewsProductProdukSustainability

Oriental Sheet Piling hadir di PIT HATTI 2025, Buka Jalan TKDN Konstruksi Lewat Produksi Lokal

Untuk mendukung TKDN, Oriental Sheet Piling Indonesia siap membangun pabrik sheet pile pertama di Jatake.

Konstruksi Media  — Dalam Gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) ke-XXIX tahun 2025, menjadi momentum penting bagi Oriental Castle Group untuk menegaskan keseriusannya berinvestasi di Indonesia.

Setelah beberapa tahun menjadi pemain global dalam teknologi sheet pile baja, tahun ini perusahaan tersebut siap melangkah lebih jauh dengan membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Country Head Oriental Sheet Piling Indonesia, Ir. Soejanto,  mengungkapkan langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan proyek-proyek infrastruktur nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor material konstruksi.

Pabrik pertama Oriental di Indonesia saat ini sedang dalam proses konstruksi dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal ketiga tahun depan (2026) di kawasan Jatake, Tangerang.

“Kami berharap dengan adanya produksi dalam negeri, kami bisa memenuhi kebutuhan proyek-proyek di Indonesia sekaligus mendukung kebijakan TKDN,” katanya saat ditemui Konstruksi Media dalam gelaran PIT HATTI XXIX di Jakarta, Rabu, (12/11/2025).

Oriental Sheet Piling
Country Head Oriental Sheet Piling Indonesia, Ir. Soejanto. Dok. Konstruksi Media

Soejanto menjelaskan, hingga kini pasar Indonesia masih didominasi penggunaan beton, sementara sheet pile baja belum populer karena persepsi soal korosi dan karat. Namun, ia optimistis tren ini akan berubah seiring meningkatnya kebutuhan proyek-proyek teknik yang membutuhkan fleksibilitas dan kekuatan material tinggi.

“Masing-masing produk punya fungsi sendiri, tapi sheet pile baja punya keunggulan dalam hal efisiensi dan daya tahan,” jelasnya.

Bahan Baku Alternatif

Tak hanya fokus pada baja, Oriental juga tengah mengembangkan studi material berbasis polimer sebagai alternatif masa depan.

“Kami tidak mengarah ke plastik, tetapi ke polimer yang lebih non-toxic, lebih aman untuk kesehatan, dan bisa didaur ulang,” jelas Soejanto.

Polimer, lanjutnya, juga memiliki kekuatan lebih tinggi dibandingkan PVC, dengan ketahanan yang lebih baik terhadap api dan lingkungan ekstrem.

Melalui ekspansi dan inovasi tersebut, Oriental Castle Group berharap dapat menjadi produsen material konstruksi yang mampu memenuhi standar teknik sekaligus menjaga aspek keberlanjutan.

“Harapan kami ingin menjadi produsen yang bisa memenuhi harapan industri dan mendukung kemajuan infrastruktur Indonesia,” tutur Soejanto optimisme.

Baca Juga :

Pacu TKDN, Oriental Sheet Piling Siap Bangun Pabrik di Indonesia 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan