Kawasan

Mundur Dari Proyek Revitalisasi Pasar di Majalengka, PGA: Tidak Pernah Memungut

Konstruksi Media – PT Purna Graha Abadi (PGA) mundur dari posisinya sebagai pelaksana revitalisasi Pasar Sindangkasih, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Kepala Divisi Teknik PT PGA, Pamungkas, sebagai bukti pihaknya mengundurkan diri dalam rencana revitalisasi Pasar Sindangkasih itu, perusahannya telah mengangkut kontainer pada Selasa (30/11) lalu.

Selain itu, kata Pamungkas, mundurnya PT PGA ini sekaligus mengakhiri polemik terkait rencana revitalisasi Pasar Sindangkasih yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

“Ini adalah konsekuensi yang harus dilakukan, karena kami dari PT PGA sudah memutuskan untuk mundur dari rencana pembangunan Pasar Sindangkasih,” ujarnya dikutip pada Senin (6/12/2021).

Pamungkas menjelaskan, mundurnya PT PGA sebagai mitra pembangunan pasar tersebut sudah melalui pertimbangan serta kajian yang matang. Mengingat, kata Pamungkas, proses untuk berinvestasi di Majalengka sudah memakan waktu lama dan telah melalui proses cukup panjang.

“Dimulai dari PT PGA mengikuti proses tender hingga keluarnya penetapan sebagai mitra Pemkab dalam pembangunan Pasar Sindangkasih. Hampir 11 bulan sejak ditetapkan sebagai perusahaan yang dinilai layak menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan pasar, belum ada aktivitas apapun. Akhirnya kami memutuskan mundur, mungkin belum pas untuk berinvestasi di sini,” jelasnya.

Disinggung terkait adanya sejumlah pedagang yang sudah melakukan pembayaran uang muka kios, dia menegaskan, pihaknya belum melakukan aktivitas apapun.

Pamungkas menuturkan, hingga kini pihaknya belum melakukan kontrak kerja sama apapun selain sebatas penetapan mitra Pemkab Majalengka dalam pembangunan pasar itu.

“Kami (PT PGA) tidak pernah menerima DP dari pedagang, bahkan tidak mengetahui adanya pungutan karena dari awal tidak ada pembicaraan tentang uang muka atau DP untuk pasar, jadi silahkan yang sudah memberi uang muka menanyakan pada pihak yang telah memungut,” ucapnya.

“Kami sebenarnya tidak menginginkan keputusan ini, tapi apa boleh buat, mundur menjadi keputusan yang harus diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi,” tandasnya.***

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp