Konstruksi Media – Mulai tahun 2025, PT Waskita Karya bakal kembali berfokus ke bidang konstruksi. Pasalnya, saat itu, perseroan telah menyelesaikan seluruh mandat pengembangan jalan tol. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (27/9) kemarin.
Tiko, panggilan akrab Karyiko tersebut menjelaskan, strategi bisnis Waskita Karya di masa mendatang akan difokuskan ke bisnis konstruksi di beberapa sektor utama seperti air, jalan, dan perkeretaapian. Ini juga menjawab pertanyaan dari sejumlah pihak soal dilepasnya proyek-proyek tol yang biasa digarap emiten berkode saham WSKT tersebut.
“Jadi, memang kalau banyak pertanyaan kenapa tolnya dilepas, karena kami berharap Waskita tidak lagi menjadi investor. Tapi Waskita benar-benar kembali ke core konstruksinya,” ujar Tiko dikutip pada Selasa (28/9/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Kondisi keuangan perusahaan pelat merah ini menjadi memprihatinkan usai perseroan jor-joran investasi untuk pengembangan jalan tol sejak 2016. Perseroan setidaknya memegang mandat untuk membangun 16 ruas jalan tol di Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Di masa lalu, lanjut Tiko, Waskita Karya ditugaskan mengakuisisi tol Trans Jawa dari pihak swasta sehingga total investasi dalam Proyek Strategis Nasional mencapai sekitar Rp 27,8 triliun.
Walhasil, pada tahun 2019, utang Waskita Karya melambung dan mencapai titik puncak sekitar Rp 90 triliun. Nilai utang itu terdiri atas Rp 70,9 triliun utang bank dan obligasi serta sekitar Rp 20 triliun utang vendor.
Lebih lanjut Tiko menjelaskan, nantinya setelah seluruh proyek tol rampung digarap pada tahun 2025, tol ini akan dilepas akan diambil BUMN lain atau swasta atau SWF/INA. “Waskita diharapkan 2025 nanti kembali ke core awalnya, supaya tidak masuk ke investasi jangka panjang yang memang bukan core competence-nya Waskita,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan segala kewajibannya pada 2025 sambil melakukan transformasi bisnis. Perusahaan juga akan melakukan transformasi bisnis.
“Mengubah fokus bisnis yang tadinya investasi di jalan tol kami akan berubah menjadi investasi jalan tol dengan kapasitas minoritas,” kata Destiawan.
Selain itu, Waskita Karya akan berfokus pada proyek konvensional baik dari pemerintah maupun BUMN. Dalam proyek-proyek tersebut, perusahaan itu akan lebih memilih yang proses konstruksi dengan sistem pembayaran bulanan disertai uang muka.
Dengan sistem seperti itu, Destiawan berharap, aliran kas perseroan disebut akan lebih terjaga. “Fokus pada tender juga akan membuat keperluan modal kerja Waskita Karya yang bersumber dari perbankan bisa dikurangi,” tutup Destiawan.***