INFONewsTeknologiTRANSPORTATION

MRT Jakarta Gandeng WRI Indonesia Hitung Reduksi Emisi Transportasi, Dorong Dekarbonisasi Perkotaan

Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan metodologi penghitungan reduksi emisi operasional MRT Jakarta

Konstruksi Media — PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia) memperkuat penghitungan reduksi emisi sektor transportasi melalui kerja sama strategis dalam penyusunan metodologi dan perhitungan berbasis data.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pengurangan emisi transportasi yang terukur dan akuntabel.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen MRT Jakarta dalam mendukung pengurangan emisi sektor transportasi secara terukur,” ujar Tuhiyat dalam penandatanganan kerja sama di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan metodologi penghitungan reduksi emisi operasional MRT Jakarta, termasuk melalui survei peralihan moda transportasi (mode shift) serta inventarisasi jejak karbon.

Menurut Tuhiyat, hasil penghitungan ini akan selaras dengan Peta Jalan Keberlanjutan MRT Jakarta 2022–2030, sekaligus memperkuat tata kelola pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi yang lebih kredibel, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, kolaborasi ini juga akan mendukung proses validasi dan registrasi penurunan emisi melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), serta membuka peluang pengembangan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam memperkuat peran transportasi publik sebagai solusi perubahan iklim.

Baca juga: MRT Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan ITPLN, dari Magang Mahasiswa hingga Inovasi

“Selama ini kontribusi transportasi publik terhadap penurunan emisi sering belum terlihat secara jelas dalam angka. Dengan metodologi yang kuat, kita bisa menunjukkan bahwa transportasi publik adalah intervensi strategis dalam mencapai target iklim perkotaan,” jelas Arief.

Ia menambahkan, sekitar 54 persen emisi gas rumah kaca di Jakarta berasal dari sektor transportasi, sehingga penguatan transportasi publik terintegrasi menjadi kunci dalam menekan emisi di kawasan perkotaan.

Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama satu tahun ini juga menghadirkan dialog strategis terkait peran operator transportasi publik dalam mendukung agenda dekarbonisasi.

Diskusi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT Transportasi Jakarta dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Tuhiyat dan Arief Wijaya, serta disaksikan oleh Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Board Member WRI Indonesia William Sabandar, dan Deputy Head of Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta Phoebe Rimmer.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Pemerintah Inggris.

Melalui kerja sama ini, MRT Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendorong transportasi berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor transportasi publik dalam menurunkan emisi karbon di Indonesia. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan