Info ProyekInfrastrukturNewsProperti

MRT Ajak 7 Raksasa Properti Garap Jalur Kembangan-Balaraja

PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menjajaki kerja sama strategis untuk pengembangan jalur MRT Fase 2 rute Kembangan—Balaraja.

Konstruksi Media – PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menjajaki kerja sama strategis untuk pengembangan jalur MRT Fase 2 rute Kembangan—Balaraja. Sebanyak tujuh pengembang besar di sekitar trase tersebut sepakat melakukan studi potensi kontribusi dalam proyek Lin Timur-Barat ini.

​Penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak sejarah baru bagi kerja sama antara Jakarta dan Banten. Ia meyakini sinergi tersebut akan memperkuat ekosistem ekonomi kawasan sekaligus mengukuhkan posisi Jakarta sebagai kota global.

Baca Juga:

Belajar dari Inggris, RI Butuh Proteksi Cepat untuk Industri Baja Nasional

Gandeng 7 Nama Besar Properti

Adapun para mitra yang terlibat mencakup nama-nama besar seperti Summarecon Serpong, Alam Sutera, LippoLand, Paramount Land, Summarecon Tangerang, Intiland Development, hingga Metland Cyber Puri.

​“Saya yakin, kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Proyek ini harus mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan,” ungkap Pramono saat menyaksikan seremoni tersebut.

Senada dengan hal itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya ketergantungan positif antara kedua provinsi. Ia berharap kehadiran MRT dapat segera dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat di wilayah Banten.

“Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama agar manfaat transportasi massal dirasakan merata,” jelas Andra Soni.

MRT Jakarta
Kerja sama ini diharapkan kehadiran transportasi massa Jakarta Banten merata. Dok.MRT Jakarta

Baca Juga:

Usung Konsep Premium, Lindy Park Kenalkan Mockup Unit Terbaru di Palembang

Visi Sama antara Pemerintah dan Pengembang

​Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut keterlibatan sektor swasta adalah hal mutlak dalam pembangunan infrastruktur skala besar.

Menurutnya, visi yang sama antara pemerintah dan pengembang akan menghasilkan layanan terbaik bagi kebutuhan mobilitas masyarakat.

​“Bekerja sama dengan pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik mutlak dilakukan,” tegas Tuhiyat.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi konektivitas transportasi modern yang terintegrasi di pinggiran Jakarta.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan