News

Misi Hijau BKS PII: Belajar Infrastruktur Cerdas ke Singapura

PII melakukan kunjungan kerja ke dua kawasan rekayasa paling maju di Singapura, yakni Punggol Digital District dan Surbana Jurong Campus.

Konstruksi Media – Delegasi Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melakukan kunjungan kerja ke dua kawasan rekayasa paling maju di Singapura, yakni Punggol Digital District (PDD) dan Surbana Jurong Campus. Dua lokasi ini dipilih karena dianggap mewakili arah baru pembangunan kota.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi delegasi untuk melihat dari dekat bagaimana perencanaan kawasan, manajemen energi, hingga teknologi konstruksi diterapkan secara terukur dan berkelanjutan.

Observasi lapangan ini menjadi modal penting bagi insinyur Indonesia untuk memahami praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam pembangunan kota dan infrastruktur nasional.

Baca Juga:

PII Hadiri Perhelatan World Engineering Summit 2025 di Singapura 

Ekosistem Teknologi di Punggol Digital District

Para delegasi mempelajari banyak hal baru setelah kunjungan. Dok.ist

Di Punggol Digital District, delegasi disambut kawasan yang sejak awal dirancang sebagai ekosistem digital. Jalur pejalan kaki, utilitas bawah tanah, hingga sistem transportasi dibuat saling terkoneksi, bukan berdiri sendiri.

Integrasi itu membuat PDD jadi contoh jelas bagaimana sebuah area bisa berkembang tanpa menambah beban emisi berlebihan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penggunaan mass timber.

Material kayu rekayasa itu menjadi struktur utama dalam sistem hybrid timber–concrete, yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat namun tetap kuat.

Memahami Arsitek Hijau di Jurong Kampus

Rombonga berkunjung ke dua tempat sekaligus. Dok.ist

Rombongan kemudian bergeser ke Surbana Jurong Campus, pusat riset dan desain yang menggabungkan arsitektur hijau dengan kecerdasan data. Hampir seluruh bagian bangunan mengoptimalkan pencahayaan alami dan area hijau, sementara konsumsi energi dan air dipantau secara real-time.

Baca Juga:

Enviro Pamer Rotan Sintetis Modern dan Tangguh Lewat Renovation Expo 2025

Sistem ini memungkinkan pengelola mengevaluasi efisiensi setiap saat dan menyesuaikan operasional dengan lebih cepat.

Kampus tersebut juga membuka gambaran luas tentang bagaimana teknologi dan desain urban saling mendukung. Mulai dari riset, rekayasa kota, hingga manajemen aset, semua berjalan dalam satu ekosistem yang rapi.

Cara kerja ini memberi perspektif lain bagi delegasi bahwa keberlanjutan bukan hanya soal material ramah lingkungan, tetapi juga soal pengelolaan data dan integrasi sistem.

Bagi BKS PII, kunjungan ini menjadi ruang belajar sekaligus pembanding bagi pengembangan keinsinyuran di Indonesia. Penerapan konsep rendah karbon dan monitoring berbasis data dinilai sangat relevan untuk menyempurnakan perencanaan kota-kota baru dan proyek infrastruktur strategis, termasuk Ibu Kota Nusantara.

 

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan