Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan dilakukan uji coba ulang setelah hasil uji sebelumnya belum menghasilkan kesimpulan yang jelas.
Menurut Dody, keputusan tersebut diambil berdasarkan informasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait uji coba awal di Bali yang masih belum final. “Kami bersepakat untuk dilakukan uji coba ulang,” ujarnya.
Dody menegaskan, proyek MLFF menjadi perhatian banyak pihak sehingga pelaksanaan uji coba berikutnya akan melibatkan berbagai lembaga, seperti:
- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
- Kejaksaan
- Kepolisian
- Pemangku kepentingan lainnya
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi sistem pembayaran tol berbasis teknologi tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian PU saat ini masih menunggu kesiapan teknis dari PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), yang menjadi pelaksana proyek MLFF.

Dody menyebut, uji coba kemungkinan dilakukan dalam dua bulan ke depan, dengan catatan seluruh persyaratan teknis telah dipenuhi sesuai kontrak.
Lokasi uji coba pun masih dipertimbangkan, meski Bali dinilai paling ideal karena volume lalu lintas yang relatif lebih rendah.
Kepala BPJT Wilan Oktavian menegaskan bahwa implementasi MLFF harus dilakukan secara hati-hati. Menurutnya, tahap uji coba berikutnya justru perlu dilakukan di ruas tol dengan trafik tinggi seperti:
Baca juga: Hutama Karya Siap Ambil Alih Proyek MLFF Jika Ditetapkan Pemerintah
- Kawasan Jabodetabek
- Ruas Trans Jawa
Namun, sebelum itu, BPJT masih menunggu laporan lengkap sebagai dasar penentuan lokasi dan waktu uji coba lanjutan.
Wilan Oktavian mengatakan pelaksanaan sistem pembayaraan MLFF ini memang sempat mengalami stagnasi. Pada akhir tahun lalu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan BPJT untuk melanjutkan atau melakukan uji coba kembali MLFF.
“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” ujar Wilan Oktavian dalam Silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan awak Media pada Kamis 2 April, 2026 di Jakarta.
Untuk itu, kata dia ,pihaknya merencanakan uji coba kembali yang dilakukan secara end to end . Pengujian ini akan mencakup seluruh proses mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan sistem hingga pembayaran benar-benar diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Menurut dia ada beberapa tahapan pelaksanaan uji coba yang sudah disepakati, yaitu pra uji coba yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pada tahap ini, Roatex sesuai kontrak memiliki kewajiban untuk menyiapkan Term Of Rererence (TOR) uji coba.
Dalam rangka menyiapkan TOR Uji Coba, kemarin pada tanggal 3 sampai 5 Maret telah dilakukan functional test. Functional test itu lebih ke mencoba demonstrasi fitur aplikasi yang ada di CANTAS dan lebih ke positif skenario,” jelas Willan.
Dalam waktu dekat akan dilakukan kembali functional test tahap dua, tujuannya untuk melengkapi kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan. Setelah seluruh kesiapan terpenuhi, barulah akan dilaksanakan pra uji coba secara menyeluruh.
“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” tutup Wilan.
MLFF diinisiasi sejak 10 tahun lalu atau tepatnya pada saat kunjungan PM Hungaria Victor Orban ke Indonesia pada 2016. Proyek ini digarap oleh perusahaan teknologi asal Hungaria, Roatex Ltd. melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Pendanaan untuk proyek MLFF sepenuhnya bersumber dari pemerintah Hungaria senilai US$300 juta atau setara dengan Rp4,65 triliun. (***)



