Menteri Dody Beberkan Progres Bendungan Manikin Capai 68,98%
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat progres pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 68,98%, melampaui target rencana sebesar 68,57%.
Capaian ini menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi di kawasan Indonesia timur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa Bendungan Manikin menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan air di NTT. Keberadaan bendungan ini diharapkan mampu menghadirkan sistem irigasi yang lebih andal sehingga produktivitas pertanian meningkat dan indeks pertanaman dapat terdongkrak secara signifikan.
Proyek yang dimulai sejak 2019 ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dengan nilai anggaran sekitar Rp2,059 triliun.
Hingga saat ini, pembangunan masih berjalan sesuai rencana, mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Secara teknis, Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung sebesar 20,45 juta meter kubik dan akan mendukung pengembangan daerah irigasi seluas 570,86 hektare. Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, indeks pertanaman ditargetkan meningkat dari 200% menjadi 300%, membuka peluang peningkatan produksi pertanian sekaligus kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Tak hanya berfungsi untuk irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 700 liter per detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, mereduksi potensi banjir hingga 627 hektare, serta memiliki potensi energi terbarukan melalui PLTS apung sebesar 29,8 MW dan PLTMH sebesar 0,125 MW.
Dengan berbagai manfaat tersebut, Bendungan Manikin diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengembangan potensi lokal.
Baca Juga :




