Info ProyekInfo ProyekInvestasiKawasanLautNews

Menlu RI Berkunjung ke Jepang, Bahas Groundbreaking Pasar Ikan Natuna Senilai Rp93 Miliar

Groundbreaking pembangunan Pasar Ikan Natuna dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025.

Konstruksi MediaGroundbreaking pembangunan Pasar Ikan Natuna dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025. Rencana ini kembali dipertegas dalam kunjungan Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Tokyo, Jepang, dalam Pertemuan 2+2 Indonesia–Jepang, Senin (17/11).

Proyek senilai USD 5,6 juta (Rp 93,9 miliar) itu akan menjadi bagian dari pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna.

Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat memperkuat rantai suplai hasil laut, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan memperkokoh aktivitas ekonomi maritim di wilayah perbatasan.

Baca Juga:

Mengenal Rumah Limas: Ikon Arsitektur Sumatera Selatan yang Pernah Terpahat di Uang Rp10.000

Dalam pertemuan yang dipimpin bersama Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro tersebut, kedua negara menyepakati pentingnya mempercepat kerja sama konkret, termasuk proyek-proyek di sektor kelautan.

Pasar Ikan Natuna dan Konektivitas dengan Pasar Global

Menlu Soegiono.
Menlu Sugiono saat di Jepang. Dok.Kemlu RI

Indonesia menilai Pasar Ikan Natuna sebagai salah satu proyek yang memiliki dampak langsung pada ketahanan pangan dan konektivitas komoditas laut dengan pasar global.

Di luar agenda pembangunan, Indonesia dan Jepang juga membahas stabilitas kawasan serta kerja sama kemanusiaan. Namun, proyek Pasar Ikan Natuna menjadi salah satu poin yang ditegaskan sebagai langkah nyata penguatan kemitraan strategis kedua negara.

“Pertemuan bilateral Indonesia dan Jepang kali ini sangat strategis, terutama melihat situasi kawasan dan global yang diwarnai berbagai macam isu, mulai dari persaingan ekonomi hingga rivalitas politik”, tutur Menlu Sugiono, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Baca Juga:

Laba Bersih Melesat 29,76%, TOTO Guyur Dividen Rp103,2 Miliar

Selain itu, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk memperluas Kemitraan Komprehensif Strategis.

Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama konkret yang saling menguntungkan, baik bagi masyarakat kedua negara maupun dalam kontribusi terhadap perdamaian regional dan global.

Sebagai sorotan, kedua Menteri menyambut baik kelanjutan program hibah Kapal Patroli Cepat dari Jepang. Program ini, yang merupakan bagian dari Official Security Assistance, sangat penting untuk meningkatkan kapasitas keamanan maritim Indonesia.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan