NewsProfilSustainabilityTeknologi

Menko Airlangga Apresiasi Perhelatan World Engineering Day 2026

Konstruksi Media — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi terlaksananya World Engineering Day (WED) 2026 di Jakarta yang diinisiasi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Menurut dia, World Engineering Day 2026 di Jakarta menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menegaskan peran insinyur dalam mendorong transformasi industri dan ekonomi nasional.

Sebab, untuk pertama kalinya, ajang pertemuan para engineer-engineer  berskala global ini digelar di Asia yakni di Jakarta yang mempertemukan pemangku kepentingan teknik, akademisi, industri, hingga organisasi profesi dari berbagai negara.

“Hari ini kami sangat senang. Kami memiliki World Engineering Day di Jakarta. Ini adalah pertama kalinya kami membawa World Engineering Day di Asia. Jadi, Jakarta adalah perhentian pertama,” jelas Airlangga dalam sambutan pembukaan World Engineering Day 2026 di Balai Kartini Jakarta, Rabu, (04/03/2026).

Dalam forum yang berkolaborasi dengan World Federation of Engineering Organizations (WFEO), Airlangga juga menegaskan pentingnya penguatan dua pilar utama, yakni pengembangan dunia teknologi akademis dan pembentukan WFEO Institute.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok. Konstruksi Media

Pilar akademis tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengetahuan teknik terbaik dunia sebagai bagian dari ekosistem global WFEO, sekaligus menjadi sumber dukungan bagi pekerjaan dan kolaborasi lintas negara.

Sementara itu, WFEO Institute yang berakar dari WFEO Academy didorong sebagai platform pembelajaran dan sertifikasi profesi insinyur.

“Tujuan sertifikasi adalah profesional level dan mereka dapat menggunakan kemampuan mereka di negara-negara yang berbeda. Jadi, mereka bisa bekerja di Indonesia, atau di tempat lain di dunia, di Singapura, atau di Eropa,” jelas Airlangga, seraya menyatakan bahwa pentingnya mobilitas dan standar kompetensi global bagi insinyur Indonesia.

Lebih lanjut, Airlangga juga mengaitkan peran strategis insinyur dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia teknik akan meningkat signifikan, terutama pada sektor semikonduktor dan digital.

“Kalau kita mau maju menjadi Indonesia Emas, engineer penting sekali untuk membangun industri dan ekonomi. Untuk semikonduktor kita butuh 15.000 engineers. Untuk digital, sekitar 150.000 per tahun sampai enam tahun ke depan,” paparnya.

Pemerintah, dikatakan oleh Airlangga, telah mendorong penguatan pendidikan vokasi, pre-training, dan pre-skilling melalui kolaborasi lintas kementerian dan industri. Program pelatihan bagi 150.000 insinyur disiapkan untuk mendukung ekosistem industri strategis yang tengah dipacu pemerintah, termasuk pengembangan pusat data dan investasi teknologi global.

Momentum WED 2026 yang juga mendapat dukungan UNESCO ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan jejaring insinyur Indonesia di kancah internasional. Dengan keanggotaan WFEO yang mencakup sekitar 100 negara, Indonesia berpeluang besar menjadi simpul kolaborasi teknik global sekaligus mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Baca Juga :

Ketum PII dan Gubernur DKI Sambut Delegasi WED 2026 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan