Info ProyekInfrastrukturKonstruksi BerkelanjutanNewsProfilSustainability

Menko AHY Pastikan Jembatan Musi V Siap Layani Arus Mudik 2026

Konstruksi Media Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Tol Musi V yang menjadi bagian strategis ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung dalam jaringan besar Tol Trans-Sumatra.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah mempercepat konektivitas antarwilayah, khususnya di Sumatra Selatan.

Menko AHY menekankan pentingnya percepatan penyelesaian agar jembatan dapat difungsikan saat mudik Lebaran 2026. Kehadiran Jembatan Musi V dinilai krusial karena mampu memangkas waktu tempuh dan mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di koridor Palembang–Betung.

“Signifikansinya adalah yang biasanya tanpa ada jalan tol dari Palembang menuju Betung itu bisa tiga hingga empat jam. Insya Allah dengan hadirnya jalan tol termasuk jembatan ini bisa hanya satu jam saja,” ujar Menko AHY kepada awak media, Rabu, (18/02/2026).

Ia menjelaskan, pemangkasan waktu perjalanan tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas masyarakat dan efisiensi distribusi logistik. Manfaatnya akan semakin terasa pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya diwarnai lonjakan volume kendaraan.

Menko AHY
Menko AHY kunjungan ke Jembatan Musi V ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung JTTS. Dok. Ist

Untuk itu, ia berharap jembatan sudah bisa difungsikan sebagai jalan tol fungsional sebelum puncak mudik.

“Sebentar lagi kita juga akan menghadapi Lebaran, berarti akan ada arus mudik dan arus balik. Insya Allah sebelum itu terjadi, ini sudah bisa difungsikan sebagai jalan tol fungsional,” tegasnya, seraya mengingatkan keselamatan tetap menjadi prioritas melalui uji kelayakan dan uji kekuatan yang melibatkan para ahli.

Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dengan bentang tengah 100 meter + 180 meter + 100 meter, serta jalan pendekat masing-masing 656 meter (Bengkinang) dan 648 meter (Gandus). Struktur jembatan dirancang menahan beban hingga 1.800 ton secara bersamaan, dengan standar operasional minimal sekitar 70 persen atau 1.200 ton.

Dengan nilai investasi proyek sekitar Rp13 triliun, pemerintah mengawal percepatan konstruksi dan pembebasan lahan agar target operasional pada mudik Lebaran 2026 tercapai, sekaligus memperkuat tulang punggung konektivitas Sumatra.

Baca Juga :

AHY: Presiden Prabowo Ingin Batam Jadi Gerbang Ekonomi Dunia

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan