InfrastrukturNewsOPINI

Menghadapi Badai Amukan Trump: Upaya Indonesia Mengamankan Ekonomi & Pertumbuhan 8% di Tengah Tantangan Global

Oleh : Dr. Diding S. Anwar, FMII, Ketua Bidang Penjaminan RGC FIA Universitas Indonesia.

Konstruksi Media — Kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap produk impor dari Indonesia, yang mencapai 32%, berpotensi memengaruhi stabilitas perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, penurunan permintaan ekspor batu bara ke China akibat pelambatan industri di negara tersebut juga menambah tantangan bagi Indonesia yang bergantung pada sektor energi ini.

Dalam kondisi seperti ini, Indonesia harus beradaptasi dan mencari strategi alternatif untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur yang stabil, dengan target pertumbuhan 8% yang sudah ditetapkan. Berbagai langkah penting harus dilakukan, seperti diversifikasi pasar ekspor, memperkuat sektor domestik, mendorong sektor energi terbarukan, serta meningkatkan infrastruktur dan kebijakan moneter-fiskal yang adaptif.

Alternatif solusi berbasis kebijakan dan ekonomi domestik menjadi kunci untuk mengurangi dampak global yang tidak bisa dihindari.

Pendapat dan Pandangan

• Diversifikasi Pasar Ekspor

Untuk mengurangi ketergantungan pada pasar China, Indonesia perlu menjajaki pasar alternatif seperti India, Jepang, dan ASEAN. Hal ini akan memberikan kestabilan terhadap sektor ekspor, yang selama ini sangat bergantung pada pasar China, terutama batu bara.

• Penguatan Sektor Domestik

Pemerintah perlu mendorong sektor manufaktur, pertanian, dan konsumsi domestik. Memberikan insentif kepada sektor-sektor tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya akan memperkuat perekonomian nasional.

• Energi Terbarukan

Meskipun batu bara merupakan sumber daya alam utama Indonesia, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi dalam energi terbarukan untuk masa depan. Ini akan mengurangi ketergantungan pada sektor energi fosil, memberikan keuntungan bagi ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

• Kebijakan Moneter dan Fiskal yang Adaptif

Bank Indonesia perlu mengatur kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sementara pemerintah harus berfokus pada pengelolaan fiskal yang efisien untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong kegiatan ekonomi domestik.

• Pengembangan Infrastruktur

Infrastruktur yang baik mendukung kelancaran perdagangan dan distribusi barang, serta meningkatkan daya saing. Pemerintah harus terus berinvestasi dalam sektor ini untuk meningkatkan konektivitas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dengan negara-negara lain yang berpotensi menjadi mitra perdagangan baru.

Untuk menghadapi tantangan yang ada, Indonesia perlu fokus pada pemulihan dan penguatan ekonomi domestik dengan mengimplementasikan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan kondisi global.

Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil meskipun dihadapkan pada dampak kebijakan global yang tidak dapat diprediksi.

Diversifikasi pasar ekspor, penguatan sektor domestik, dan pengembangan energi terbarukan menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang berisiko.

Daftar Sumber Referensi

• Bank Indonesia. (2023). Laporan Ekonomi Indonesia 2023.

Laporan tahunan ini memberikan gambaran tentang perkembangan ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan moneter dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.

• Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2023). Statistik Perdagangan Luar Negeri.

Dokumen ini menyajikan data statistik perdagangan Indonesia, termasuk neraca perdagangan, yang memberikan insight penting terkait ekspor dan impor negara.

• Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Neraca Perdagangan Indonesia.

Publikasi resmi dari BPS yang mencakup data perdagangan internasional Indonesia, yang membantu memahami kinerja sektor ekspor dan impor.

• The World Bank. (2023). Global Economic Prospects.

Laporan tahunan dari World Bank yang menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk risiko dan peluang yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

• International Monetary Fund (IMF). (2023). World Economic Outlook.

Laporan IMF ini memberikan analisis mendalam tentang kondisi ekonomi global, dengan fokus pada proyeksi pertumbuhan, inflasi, dan risiko yang mempengaruhi perekonomian dunia.

Kiranya tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan diskusi kontruktif lebih lanjut sehingga memberikan kontribusi berharga untuk memahami langkah-langkah yang perlu diambil oleh Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Baca Juga :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp