Konstruksi Media – Wajah permukiman Jakarta yang selama ini didominasi oleh deretan atap seng kusam tampaknya akan segera berubah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan dukungan penuh terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai proyek “gentengisasi”. Langkah ini diharapkan mampu mengubah estetika Jakarta menjadi lebih tertata dan sedap dipandang.
Pramono menilai, penggantian material atap merupakan salah satu langkah konkret untuk mempercantik citra Jakarta sebagai kota global. Keseragaman dan kualitas visual kawasan hunian, terutama di pemukiman padat, menjadi prioritas yang harus segera dibenahi. “Kalau seng diganti menjadi genteng, saya 1.000 persen setuju,” tegas Pramono di Jakarta baru-baru ini.
Transformasi Menuju Kota Global
Dukungan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai arahan pemerintah pusat. Pramono menekankan bahwa estetika kota bukan sekadar masalah gaya, melainkan indikator penting dalam persaingan Jakarta di kancah internasional.
Baca Juga:
Ganti Atap Seng, Prabowo Gagas Proyek ‘Gentengisasi’ untuk Percantik Pemukiman
Meski begitu, Pemprov DKI masih dalam tahap pematangan terkait mekanisme pelaksanaannya. Hingga kini, rincian mengenai apakah program ini akan berbentuk subsidi penggantian langsung bagi rumah warga atau skema kerja sama lainnya masih terus dikaji.

Bagian dari Visi Indonesia ASRI
Wacana ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain faktor keindahan, penggunaan genteng dinilai jauh lebih sehat dibandingkan seng yang mudah berkarat dan cenderung menyerap panas berlebih, sehingga membuat suhu di dalam rumah tidak nyaman bagi penghuninya.
Baca Juga:
Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah MRT Glodok–Kota, Perkuat Konektivitas Kawasan Kota Tua
Kini, publik menanti bagaimana sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini dapat mewujudkan transformasi visual di sudut-sudut Ibu Kota, mengubah pemukiman yang tadinya tampak “semrawut” menjadi lebih asri dan tertata.




