GedungNewsProperti

Memahami SOP ERP di Masjid Bersama Praktisi HSE

Praktisi HSE Pradana Anugrah tekankan urgensi Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (ERP) di tempat ibadah.

Konstruksi Media – Isu keselamatan bangunan tidak hanya terbatas pada gedung komersial.

Dalam sharing session yang digelar Indonesia Building Safety Association (IBSA) di Blok M Square, Sabtu (14/12), Konstruksi Media bertemu dengan praktisi Health, Safety, and Environment (HSE) Pradana Anugrah Sejati.

Dalam kesempatan tersebut, Pradana secara khusus mengatakan pentingnya Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (ERP) di tempat ibadah, khususnya Masjid.

​Pradana menyatakan bahwa tantangan utama di tempat ibadah adalah tingginya potensi kerumunan dan risiko chaos saat terjadi keadaan darurat. Oleh karena itu, penerapan ERP menjadi krusial untuk memastikan keselamatan seluruh jemaah agar ibadah berjalan lancar.

​“ERP ini tidak hanya di gedung, tapi juga bisa di pemukiman dan tempat ibadah. Jadi ini lebih ke bagaimana jemaah, apalagi kalau jumlahnya banyak, agar tidak chaos,” ujar Pradana.

Baca Juga:

IBSA Gelar Sharing Session Perdana, Bahas Tuntas ERP

ERP Dasar di Masjid

 

Masjid Nurul Iman Blok M Square
Masjid Nurul Iman Blok M Square memiliki tim ERP. Dok.Blok M Square

​Menurutnya, SOP di tempat ibadah harus mencakup manajemen sirkulasi orang. Hal ini mencakup pengaturan alur masuk dan keluar jemaah, bahkan saat ibadah berlangsung.

Oleh karena itu, perlu adanya tim khusus yang memahami ERP di tempat masjid untuk memastikan keselamatan para jamaah. Menurut Pradana, SOP seperti ini telah diterapkan di sejumlah masjid Jakarta, salah satunya Masjid Nurul Iman di Blok M Square.

Bahkan, tak hanya saat ibadah wajib berlangsung, Pradana juga mengatakan sejumlah sesi kajian Islam juga memiliki tim ERP sendiri. Dengan demikian, para penuntut ilmu akan lebih fokus untuk menyimak materi disampaikan oleh ustaz.

​“Seperti yang salat akan bergantian, yang sudah selesai bergerak ke belakang. Intinya lebih ke evakuasi. Kalau ada kerumunan, pihak pengelola harus memastikan jemaah selamat, aman, dan nyaman,” jelas Pradana.

Baca Juga:

Waskita Karya Berkontribusi dalam Renovasi Masjidil Haram, Tingkatkan Kapasitas Mataf hingga 105 Ribu Jemaah

​Pengelola tempat ibadah, atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sebaiknya juga secara aktif menyosialisasikan titik kumpul, jalur evakuasi, dan lokasi alat pemadam api ringan (APAR) kepada para jemaah.

Hal ini sejalan dengan materi utama yang dibahas IBSA, yaitu mengenai ERP dan penentuan petugas yang bertanggung jawab.

​IBSA berencana untuk melanjutkan edukasi ini secara berkala. Rencananya, sesi sharing terkait building safety akan diadakan sebulan hingga dua bulan sekali.

Pemaparan yang rencananya akan membahas berbagai materi penting lainnya tentang safety building, juga akan dilakukan melalui platform online. Hal ini demi menjangkau pengelola bangunan dan masyarakat luas.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan