Level Tertinggi, Kantor Otorita IKN Kantongi Sertifikat BGH Utama
Sertifikasi tersebut diperoleh melalui kolaborasi dengan Ecobuild Green Building Consultant.
Konstruksi Media – Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara meraih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) tingkat Utama, level tertinggi dalam sistem penilaian BGH. Sertifikasi tersebut diperoleh melalui kolaborasi dengan Ecobuild Green Building Consultant.
Pencapaian ini memperkuat arah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kawasan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan pembangunan rendah karbon.
Baca Juga:
Gedung HDI Hive Menteng Raih Sertifikasi Greenship Gold, Kantongi 76 Poin
Sertifikat BGH Bukti Pembangunan IKN Terukur
Sertifikat BGH Utama menjadi indikator bahwa pembangunan di IKN telah memenuhi standar kinerja lingkungan yang terukur.
Ecobuild berperan dalam memastikan penerapan prinsip bangunan hijau sesuai regulasi nasional, mencakup efisiensi energi dan air, kualitas lingkungan dalam ruang, serta pengelolaan material dan limbah secara bertanggung jawab.
Penerapan standar BGH mengacu pada Peraturan Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.
Regulasi tersebut mewajibkan sertifikasi bagi bangunan baru maupun eksisting dengan kategori dan luasan tertentu, sekaligus menempatkan bangunan hijau sebagai bagian dari kebijakan pembangunan nasional.
BGH sebagai Komitmen Jangka Panjang
CEO Ecobuild Green Building Consultant, Wiza Hidayat, mengatakan penerapan Bangunan Gedung Hijau bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen jangka panjang.
“Karena itu, standar bangunan hijau harus menjadi budaya dalam praktik pembangunan, tidak hanya berorientasi pada fungsi dan estetika, tetapi juga pada dampak positif jangka panjang,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima.
Baca Juga:
BSD Lanjutkan Proyek Tol Serpong–Balaraja 39,4 Km di Tangerang, Nilai Investasi Capai Rp 30 Triliun
Keberhasilan Kantor Otorita IKN meraih BGH Utama mencerminkan penerapan efisiensi energi dan air, pengelolaan material dan limbah, serta peningkatan kualitas lingkungan dalam ruang.
Capaian ini memperkuat posisi IKN sebagai percontohan pembangunan hijau nasional dan diharapkan menjadi tolok ukur bagi proyek pembangunan lain di Indonesia.




