News

Lepas Tangan? KAI Serahkan Utang Kereta Cepat ke Danantara

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan restrukturisasi utang ke holding BUMN

Konstruksi Media – Isu restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung kembali mencuat ke publik. Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku salah satu pemangku kepentingan utama memilih tidak banyak berbicara soal hal tersebut.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan restrukturisasi utang kepada Badan Pengelola Investasi (Danantara), yang menjadi holding BUMN logistik dan transportasi.

“Kami sudah koordinasi dengan Danantara sebagai holding dari KAI,” ujar Bobby usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Menurut Bobby, pembahasan restrukturisasi kini berlangsung antara Danantara dan pemerintah. “Lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah,” katanya, melalui keterangannya, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Makin Lama Lunas! Utang Kereta Cepat Whoosh Akan Diperpanjang hingga 60 Tahun, Ini Penjelasan Danantara

KAI memimpin konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang bermitra dengan China Railway International Company Ltd dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sebagai pemimpin konsorsium BUMN, KAI memegang porsi tanggung jawab terbesar dalam proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.

Meski persoalan restrukturisasi tengah berjalan, Bobby memastikan KAI tetap mendukung operasional Kereta Cepat Whoosh. “Kita tetap support, sementara tidak ada [masalah] bagi KAI karena merupakan bagian dari operasi, kami akan support,” ujarnya.

Terkait usulan penyelesaian restrukturisasi dari KAI, Bobby memilih irit bicara. Ia menyebut seluruh rekomendasi telah disampaikan kepada Danantara. “Sudah disampaikan ke Danantara, nanti disampaikan Danantara,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan