Laba Bersih Melesat 29,76%, TOTO Guyur Dividen Rp103,2 Miliar
TOTO (PT Surya Toto Indonesia Tbk.) akan mendistribusikan dividen interim untuk tahun buku 2025 senilai total Rp103,2 miliar.
Konstruksi Media – TOTO (PT Surya Toto Indonesia Tbk.) akan mendistribusikan dividen interim untuk tahun buku 2025 senilai total Rp103,2 miliar, yang berarti Rp10 per lembar saham.
Pembagian dividen ini merupakan hasil keputusan Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris tertanggal 13 November 2025, dengan dana yang bersumber dari laba bersih Perseroan pada kuartal ketiga 2025.
Corporate Secretary TOTO, Ng Agus Setiawan, menjelaskan pada Senin (17/11), pembagian dividen ini ditujukan bagi pemegang saham yang masuk dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) selambat-lambatnya pada 27 November 2025, pukul 16.00 WIB.
Baca Juga:
Toto Dukung Bangunan Hijau Lewat Produk Green Sanitary
Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan dilaksanakan pada 25 November 2025, sementara ex dividen jatuh pada 26 November 2025. Sementara itu, bagi pasar tunai, penetapan cum dividen adalah 27 November 2025, dengan ex dividen pada 28 November 2025.
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 16 Desember 2025. Agus memastikan bahwa untuk kelancaran proses, seluruh tahapan telah dikoordinasikan secara menyeluruh dengan Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan.
Manajemen menegaskan pembagian dividen interim ini tidak akan memengaruhi kelangsungan usaha perseroan. Sebaliknya, keputusan ini mencerminkan solidnya kinerja keuangan TOTO sepanjang sembilan bulan 2025 (9M25).
Kenaikan Laba Bersih TOTO Capai Rp 257,39 Miliar

Pada periode tersebut, perusahaan mencatat kenaikan laba bersih 29,76% year-on-year (yoy) menjadi Rp257,39 miliar, dari sebelumnya Rp198,35 miliar.
Pertumbuhan kinerja turut ditopang peningkatan pendapatan 6,44% yoy menjadi Rp1,81 triliun. Beban pokok penjualan berhasil dijaga stabil di Rp1,34 triliun, hanya naik 2,07% yoy, membuat laba bruto melesat 21,10% yoy menjadi Rp474,41 miliar. Laba usaha juga tumbuh signifikan 29,71% yoy menjadi Rp308,88 miliar.
Baca Juga:
Jadi Pengurus Kadin Indonesia! Inilah Jejak Bisnis Otto Toto Sugiri, Pelopor Pusat Data Indonesia
Dari sisi segmen, penjualan peralatan sistem dapur menjadi yang paling agresif dengan lonjakan 49,13% yoy menjadi Rp60,04 miliar. Produk saniter tetap menjadi kontributor terbesar dengan peningkatan 9,72% yoy menjadi Rp879,32 miliar, disusul produk fitting yang naik 1,38% yoy menjadi Rp871,88 miliar per September 2025.
Secara neraca, total aset TOTO naik 2,21% year-to-date (ytd) menjadi Rp3,52 triliun. Liabilitas turun 5,77% ytd menjadi Rp932,05 miliar, sementara ekuitas tumbuh 5,42% ytd menjadi Rp2,59 triliun.




