ESGINFOKonstruksi BerkelanjutanNewsProfilSustainability

Kiprah Arief Koeswanto Insinyur Kimia yang Sukses Merawat Mutu di Industri Farmasi

Sebagai lulusan teknik kimia menjadi fondasi kuat dalam cara pandangnya memaknai profesi, disiplin teknik kimia yang menekankan pengendalian proses, presisi, serta manajemen risiko.

Konstruksi Media Di balik dinamika industri jasa konstruksi dan rekayasa keteknikan nasional, nama Arief Koeswanto dikenal sebagai figur yang konsisten menjembatani profesionalisme insinyur dengan kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Sebagai Sekretaris Jenderal Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII), Arief menempatkan peran insinyur tidak sekadar sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai penggerak standar, etika, dan keberlanjutan pembangunan.

Perjalanan Arief bersama BKK PII bukanlah proses instan. Ia tumbuh bersama organisasi profesi tersebut, menyaksikan langsung transformasi peran insinyur kimia di tengah tuntutan industri modern yang kian mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan regulasi.

“BKK PII harus hadir sebagai rumah keilmuan sekaligus penjaga standar profesi, terutama ketika industri berkembang begitu cepat,” kata Arief Koeswanto ketika berbincang dengan Majalah Konstruksi Media di Kantor Konstruksi Media, Jakarta, Jumat, (09/01/2026)

Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan teknik kimia menjadi fondasi kuat dalam cara pandangnya memaknai profesi. Disiplin teknik kimia yang menekankan pengendalian proses, presisi, serta manajemen risiko membentuk karakter Arief sebagai insinyur yang sistematis dan berbasis data.

Ia memahami bahwa kesalahan kecil dalam desain atau operasional dapat berujung pada konsekuensi besar, terutama di sektor industri dengan tingkat sensitivitas tinggi.

Kesadaran itulah yang kemudian membawanya terjun lebih jauh ke dunia industri, dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang Mekanikal dan Elektrikal (ME), khususnya untuk sektor farmasi, yakni PT Kurnia Cahaya Teknik dan PT Kreasi Teknik Unggul.

BKK PII
Diskusi Pemred Konstruksi Media dengan Arief Koeswanto Sekjen BKK PII. Dok. Konstruksi Media

Ruang Pengabdian Keilmuan

 

Bagi Arief, sektor ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan ruang pengabdian keilmuan yang menuntut akurasi, integritas, dan tanggung jawab profesional yang tinggi.

Industri farmasi, menurut Arief, memiliki karakter yang sangat khas dibandingkan sektor lainnya. Seluruh sistem ME mulai dari tata udara (HVAC / Heating Ventilation Air Conditioning), kelistrikan, hingga utilitas pendukung harus dirancang untuk memenuhi standar sterilitas dan kebersihan tingkat tinggi.

“Di industri farmasi, satu partikel debu saja bisa berdampak pada kualitas produk dan keselamatan pasien,” imbuhnya.

Konsep ruang bersih (clean room), pengendalian tekanan udara, filtrasi HEPA, serta pemisahan zona produksi menjadi aspek krusial yang tidak bisa ditawar.

Di sinilah kompetensi lintas disiplin antara teknik kimia, mekanikal, dan elektrikal bertemu dalam satu kesatuan sistem. Arief menilai, pemahaman proses kimia menjadi nilai tambah signifikan dalam merancang sistem ME yang benar-benar selaras dengan kebutuhan produksi farmasi.

Pengalaman membangun perusahaan ME di sektor farmasi juga memperkaya ilmunya di organisasi PII. Arief kerap mendorong agar organisasi profesi tidak hanya berbicara di tataran konsep, tetapi juga memahami tantangan riil di lapangan.

Sekjen BKK PII
Sekretaris Jenderal Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII). Dok. Konstruksi Media

“Insinyur harus adaptif terhadap regulasi global, standar GMP, dan tuntutan industri yang semakin ketat. Terlebih insinyur kimia, bahan kimia merupakan sumber kehidupan,” kata Pria yang pernah mengemban kuliah Program Master di National Taiwan University of Science and Technology.

Perannya sebagai Sekjen BKK PII, Arief aktif mendorong penguatan kompetensi, sertifikasi, serta peningkatan literasi profesional insinyur kimia dan lintas bidang. Ia percaya bahwa masa depan industri nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia keteknikan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga beretika dan berwawasan keberlanjutan.

Baginya, profesi insinyur bukan sekadar gelar akademik, melainkan amanah. Latar belakang Teknik Kimia mengajarkannya untuk selalu berpikir hulu–hilir, memahami proses secara menyeluruh, dan mengambil keputusan berbasis analisis risiko.

Pria lulusan Universitas Widya Mandala Surabaya ini mengatakan, nilai-nilai amanah yang terus ia bawa, baik dalam organisasi profesi maupun dalam dunia usaha yang digelutinya.

Melalui kiprahnya di organisasi PII dan industri ME farmasi, Arief Koeswanto merepresentasikan sosok insinyur modern yang mampu berdiri di persimpangan antara keilmuan, organisasi profesi, dan kebutuhan industri strategis nasional, sekaligus menjaga satu prinsip utama presisi, keselamatan, dan tanggung jawab kepada publik.

Profile Singkat Arief Koeswanto

 

Arief Koeswanto dikenal sebagai sosok yang sistematis, responsif, dan konsisten, dengan kiprah aktif di Badan Kejuruan Kimia PII sekaligus sebagai pendiri dan pengelola perusahaan Mechanical Electrical yang berfokus pada sektor farmasi dan bioteknologi, bidang yang menuntut presisi tinggi, standar sterilitas ketat, dan kepatuhan proses. Perpaduan antara kompetensi teknis, pengalaman praktis, dan dedikasi pada penguatan peran insinyur menjadikan Arief figur penggerak di balik layar yang berperan penting dalam menjembatani dunia profesi, industri, dan kebijakan.

Pendidikan :

  • Widya Mandala Surabaya Catholic University (2004) – Sarjana Teknik (Chemical Engineering)
  • National Taiwan University of Science and Techonolgy (2007) – Master of Science in Engineering (Chemical Engineering)
  • Widya Mandala Surabaya Catholic University
  • (2019) – Profession Engineer (Chemical Engineering)
  • Universitas Pekalongan, Magister Hukum Konstruksi (2025- on going)
  • ASEAN Federation of Engineering Organisations (2019) – ASEAN Engineer
  • The Institution of Engineers Indonesia (2020) – Executive Professional Engineer
  • The ASEAN Chartered Professional Engineer Coordinating Committee (2020) – ASEAN Chartered Professional Engineer
  • National Resilience Institute Republic of Indonesia (2024) – Consolidation of National Values
  • School of Staff and Leadership of the National Police Education and Training Institute of the Republic of Indonesia (2024) – Leadership Camp

Pengalaman Kerja :

  • PT Kurnia Cahaya Teknik (2020 – saat ini) – Director
  • PT Kreasi Teknik Unggul (2020 – saat ini) – Director
  • PT Rinder Energia (2019- saat ini) – Executive Senior Consultant
  • PT Indo Cahay Abadi (2015-2020) – Engineering Manager
  • PT Yosa Energi Sejati (2014-2015) – Sales Engineering
  • The Fourth Construction Co., Ltd. of China Electronics System Engineer (2013-2014) – Business Development Senior Engineer on Overseas Engineering Division
  • Samator Group (2011-2013) – Senior Project Engineer on Business Development Department
  • PT Indopoly Swakarsa Industry (2010-2011) – Section Head on QC / R&D Department as Technical Support
  • CTCI Corporation (2007-2010) – Prosess Engineer

 

Baca Juga :

Tutup Tahun 2025, BKK PII Cetak Rekor Sertifikasi Insinyur dan Perkuat Peta Jalan Hilirisasi Industri Nasional

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan