INFOJalanNews

Kinerja 2025 PT Jasa Marga: Pendapatan Turun Jadi Rp29,89 Triliun, Core Profit Tetap Stabil Rp3,7 Triliun

Kondisi ini membuat laba kotor meningkat menjadi Rp11,78 triliun, dibandingkan Rp11,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Konstruksi Media – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat pendapatan sebesar Rp29,89 triliun hingga 31 Desember 2025, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp31,75 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Selasa, penurunan pendapatan tersebut diiringi dengan perbaikan struktur biaya. Beban pokok pendapatan tercatat turun menjadi Rp18,10 triliun dari sebelumnya Rp20,44 triliun. Kondisi ini membuat laba kotor meningkat menjadi Rp11,78 triliun, dibandingkan Rp11,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp9,64 triliun, sedikit meningkat dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya sebesar Rp9,50 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp6,35 triliun, naik dari Rp5,76 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan menjadi Rp3,65 triliun, dari Rp4,3 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham juga turun menjadi Rp504 dari sebelumnya Rp625 per saham.

Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp97,63 triliun per akhir 2025, dibandingkan Rp89,88 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp159,99 triliun dari sebelumnya Rp148,71 triliun.

Core Profit Stabil dan EBITDA Margin 67%

Di tengah dinamika kinerja keuangan tersebut, Jasa Marga tetap mencatatkan performa operasional yang solid. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun pada 2025, tumbuh 5,8% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun serta pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun. Sejalan dengan peningkatan tersebut, EBITDA perusahaan tercatat mencapai Rp13,3 triliun dengan EBITDA margin sebesar 67,0%.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan stabilitas kinerja perusahaan juga tercermin dari core profit yang tetap terjaga di level Rp3,7 triliun.

Baca juga: 4 Tol Fungsional Jasa Marga Gratis Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftarnya

“Core profit dan kinerja perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% secara tahunan,” ujar Rivan.

Penurunan beban keuangan tersebut merupakan dampak dari aksi korporasi equity financing di anak usaha PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada kuartal IV tahun 2024.

Dalam aksi korporasi tersebut, Jasa Marga menggandeng mitra strategis untuk memperkuat struktur permodalan, meski tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 65%.

Tetap Pemimpin Industri Jalan Tol

Secara operasional, Jasa Marga masih mempertahankan posisinya sebagai market leader industri jalan tol nasional. Hingga akhir 2025, perseroan mengelola 1.294 kilometer jalan tol yang telah beroperasi dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer, atau sekitar 42% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia.

Sepanjang 2025, total volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,3 miliar kendaraan, meningkat sekitar 0,35% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan lalu lintas harian rata-rata mencapai 3,58 juta kendaraan.

Perseroan juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Tol Yogyakarta–Bawen, Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Tol Akses Patimban.

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, beberapa ruas tol tersebut tengah dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara tanpa tarif guna membantu kelancaran distribusi lalu lintas.

Selain itu, Jasa Marga juga meningkatkan kesiapan operasional melalui berbagai langkah, seperti memastikan kondisi perkerasan jalan tetap baik, menambah petugas dan kendaraan operasional, serta meningkatkan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center dan aplikasi Travoy.

Dengan struktur keuangan yang semakin sehat dan kinerja operasional yang stabil, Jasa Marga optimistis kinerja perusahaan pada 2026 dapat terus tumbuh dan memperkuat posisinya sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan