NewsProfilSustainability

Ketum PII Ilham Habibie Beberkan Agenda Besar PII ke Depan

Konstruksi MediaKetua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan peran keinsinyuran Indonesia di panggung nasional, regional, hingga global.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara buka puasa bersama Pengurus Pusat PII dan para pemimpin redaksi media di Pendopo Wisma Habibie–Ainun, Jakarta, (10/3).

Menurutnya, berbagai agenda strategis telah disiapkan PII untuk memperkuat kontribusi insinyur terhadap pembangunan berkelanjutan dan transformasi teknologi.

Salah satu agenda besar yang baru saja dilaksanakan adalah perayaan World Engineering Day 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 3–5 Maret 2026 lalu. Kegiatan ini merupakan mandat dari World Federation of Engineering Organizations (WFEO) di bawah naungan UNESCO.

“Indonesia melalui PII menjadi negara pertama di Asia yang dipercaya sebagai tuan rumah World Engineering Day. Ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap peran komunitas insinyur Indonesia,” ujar Ilham Akbar.

PII
PII Gelar Buka Puasa Bersama dengan Pemimpin Redaksi Media. Dok. Ist

Konferensi tersebut dihadiri sekitar 600 delegasi dari 39 negara, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi insinyur dunia, dan pelaku industri.

5 Seruan Komunitas Insinyur Asia

Dari forum global tersebut lahir dokumen penting bernama Jakarta Communiqué yang berisi lima seruan strategis bagi komunitas insinyur dunia.

Seruan tersebut mencakup peningkatan inovasi hingga tahap implementasi, integrasi etika dalam rekayasa kecerdasan buatan untuk pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan digitalisasi untuk pengurangan risiko dan pertumbuhan inklusif, penguatan kapasitas kepemimpinan keinsinyuran, serta peningkatan kerja sama dan kemitraan global.

Ilham menilai poin-poin tersebut akan menjadi panduan penting bagi insinyur dalam menjawab tantangan pembangunan masa depan.

Di tingkat regional, PII juga akan menjadi tuan rumah Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations ke-44 (CAFEO 44) yang rencananya digelar di Bandung pada Oktober 2026. Ilham yang juga menjabat sebagai Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations menyebut konferensi ini akan melibatkan tidak hanya organisasi profesi insinyur, tetapi juga perguruan tinggi, mahasiswa, hingga pelaku UMKM.

PII Insinyur
Ketum PII Ilham Akbar Habibie (Kanan), Waketum PII Prof. Agus Taufik Mulyono (Tengah). Dok. Ist

“Kami ingin CAFEO 2026 menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas insinyur di kawasan ASEAN,” jelasnya.

Peluncuran Indeks Keinsinyuran Pemerintahan

Sebagai bagian dari rangkaian menuju CAFEO 2026, PII juga meluncurkan inisiatif pengukuran Government Engineering Index atau Indeks Keinsinyuran Pemerintahan. Indeks ini akan mengukur tingkat kepatuhan pemerintah daerah dalam menerapkan praktik keinsinyuran sesuai amanat Undang-Undang Keinsinyuran Nomor 11 Tahun 2014. Hasil pengukuran tersebut rencananya akan diumumkan kepada publik pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, 10 Agustus 2026.

Selain itu, Ilham juga menyoroti pentingnya pembentukan Dewan Insinyur Indonesia sebagai amanat undang-undang keinsinyuran untuk memperkuat tata kelola profesi. Ia menegaskan bahwa insinyur tidak hanya bertugas mencari solusi teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. “Jika ilmuwan mencari kebenaran, maka insinyur mencari solusi. Karena itu, PII terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas insinyur agar mampu berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :

WED 2026 Hasilkan Jakarta Communiqué, Insinyur dari 39 Negara Sepakati 5 Prioritas Global

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan