HSENewsProduk

Kesadaran LOTO Masih Rendah, Dianggap Gembok Biasa

Kesadaran pekerja terhadap prosedur Lockout Tagout (LOTO) di Indonesia dinilai masih jauh tertinggal.

Konstruksi Media – Kesadaran pekerja terhadap prosedur Lockout Tagout (LOTO) di Indonesia dinilai masih jauh tertinggal dibandingkan kepatuhan terhadap Alat Pelindung Diri (APD).

Padahal, riset OSHA menempatkan pelanggaran LOTO di peringkat keenam dunia, lebih tinggi dibandingkan pelanggaran APD yang berada di posisi kedelapan.

Industrial Relation Lototo, Tri Wiyudha, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun awareness pekerja. Menurutnya, banyak perusahaan yang sudah mendengar istilah LOTO namun masih menerapkannya secara setengah-setengah.

Baca Juga:

Tak Hanya Pabrik, Krakatau Steel Kini Punya The Level dan 5 Gudang Baru

Sebaliknya, para pekerja sudah sadar kapan harus pakai sepatu safety, helm, masker, hingga perlengkapan APD lainnya untuk menjaga keamanan diri saat bekerja.

“Padahal LOTO bukan sekadar gembok atau kunci biasa, melainkan suatu sistem untuk menghindari penyalaan sumber energi yang tidak disengaja,” jelas Tri kepada Konstruksi Media, saat ditemui di Jakarta pada pekan lalu di acara sharing sesion IBSA.

LOTO Membuat Pengeluaran Lebih Efisien

Lototo
salah satu produk Loto dari LOTOTO. Dok.LOTOTO

Tri menambahkan, penerapan LOTO sebenarnya memberikan keuntungan ekonomi bagi perusahaan. Sebelum sistem ini populer, perusahaan harus menambah personel khusus hanya untuk menjaga saklar energi agar tidak dinyalakan saat perbaikan mesin berlangsung.

Cara ini, lanjut Tri, lebih memakan biaya. Menggunakan perangkat Loto, kata dia, lebih hemat biaya dan efisien dalam praktiknya.

“Dulu sebelum ada LOTO memang harus ada orang yang menjaga saklar, tapi itu sangat costly (boros biaya). Dengan LOTO, peran penjaga itu digantikan oleh perangkat pengunci,” tuturnya.

Baca Juga:

Lototo, Produk LOTO Lokal yang Jaga Keselamatan Pekerja Nasional

Ia menekankan bahwa setelah masalah kesadaran terbangun, tantangan berikutnya adalah pemahaman produk secara teknis. Menurutnya, masih banyak pekerja yang menganggap LOTO efektif hanya dengan mengunci saja, tanpa memastikan kembali apakah sumber energi benar-benar sudah mati total (Tryout).

“LOTO masih jadi PR bagi kami praktisi HSE untuk terus meningkatkan kesadaran pekerja supaya mereka bisa pulang dengan selamat,” pungkas Tri.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan