AirInfrastrukturNews

Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Tanggul Permanen Sungai Cidurian

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan sementara pascabanjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol PT Marga Mandalasakti.

Selain langkah darurat, Kementerian PU juga menyiapkan desain tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir Sungai Cidurian.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir, baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko dapat diminimalkan,” ujarnya.

Tanggul Sementara Sepanjang 300 Meter

Penanganan darurat di KM 50 dilakukan dengan membangun tanggul sementara sepanjang kurang lebih 300 meter di sisi jalan tol. Konstruksi menggunakan kombinasi geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) untuk menahan limpasan air agar tidak kembali menggenangi badan jalan.

Berkat langkah cepat tersebut, ruas tol kini telah pulih sepenuhnya dan dapat dilalui seluruh golongan kendaraan, sehingga mobilisasi barang dan penumpang kembali lancar.

Penanganan Banjir dan Longsor di Banten

BBWS C3 juga melakukan penanganan darurat di sejumlah wilayah Banten yang terdampak banjir dan longsor akibat tingginya debit Sungai Cidurian.

Baca juga: Anggaran Infrastruktur 2025 Efektif, Kementerian PU Lampaui Realisasi Tahun 2024

Di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter per detik dikerahkan untuk menyedot genangan di area Pondok Pesantren Sabulussalam. Langkah ini dilakukan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Pompa tetap disiagakan mengingat debit sungai masih tinggi.

Sementara itu, longsor sepanjang 200 meter terjadi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan delapan rumah warga terdampak. Penanganan dilakukan melalui pemasangan bronjong—anyaman kawat galvanis berisi batu—untuk memperkuat tebing sungai dan mencegah longsor susulan tanpa menghambat aliran air.

Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana memastikan seluruh peralatan dan material kebencanaan dalam kondisi siap pakai.

“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun kami tetap memperhatikan kondisi akses dan situasi lapangan sebelum menentukan metode penanganan yang paling tepat,” jelasnya.

Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

Sebagai upaya pengendalian banjir yang lebih komprehensif, BBWS C3 telah menyiapkan desain penanganan permanen Sungai Cidurian. Rencana tersebut mencakup pembangunan tanggul permanen dengan pemasangan parapet (dinding penahan air) serta pembangunan pintu air.

Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait guna memastikan efektivitas penanganan serta pemulihan konektivitas wilayah secara berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari agenda “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam mendukung pelaksanaan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan infrastruktur dan mitigasi bencana nasional. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan