AirINFOInfrastrukturNews

Kementerian PU Normalisasi Sungai Krueng Tiro, Perkuat Perlindungan Warga Pidie Pascabanjir

Kementerian PU bergerak cepat dalam penanganan pascabencana, termasuk normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi utama.

Konstruksi Media — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus melakukan penanganan tanggap darurat Sungai Krueng Tiro di Kabupaten Pidie pascabanjir bandang. Penanganan dilakukan melalui normalisasi dan perkuatan tebing sungai sepanjang kurang lebih 1.666 meter guna mengembalikan kapasitas alur sungai sekaligus menekan risiko bencana hidrometeorologi berulang.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU bergerak cepat dalam penanganan pascabencana, termasuk normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi utama.

“Harapan kami alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Sungai Krueng Tiro
Kementerian PU kebut normalisasi Sungai Krueng Tiro. (Foto: Kementerian PU)

Di lokasi Sungai Krueng Tiro, satu unit excavator bucket telah dikerahkan dan akan diperkuat dengan tambahan dua unit excavator untuk menangani sedimentasi serta kerusakan tebing hingga ke muara sungai. Penanganan ini merupakan bagian dari paket pekerjaan tanggap darurat sungai di Kabupaten Pidie yang mencakup Sungai Krueng Baro dan Krueng Tiro dengan total panjang penanganan mencapai 3.096 meter.

Bagi masyarakat setempat, penanganan Sungai Krueng Tiro pascabanjir tidak sekadar pekerjaan teknis. Sungai ini menjadi nadi kehidupan warga, sebagai sumber air, penyangga lahan pertanian, sekaligus pelindung permukiman dari ancaman banjir berulang.

Baca juga: Kementerian PU Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Target Rampung Juni 2026

Kepala Desa Tiba Masjid, Haryadi, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah memberikan rasa aman bagi warga.

“Alhamdulillah pekerjaan sudah berjalan. Sebelumnya kami khawatir setiap hujan turun air kembali meluap. Dengan normalisasi dan pengembalian alur sungai ke jalur lama yang lebih jauh dari permukiman, masyarakat merasa lebih aman. Memang wilayah ini termasuk langganan banjir,” ujar Haryadi.

Sungai Krueng Tiro
Kementerian PU kebut normalisasi Sungai Krueng Tiro. (Foto: Kementerian PU)

Selain di Kabupaten Pidie, penanganan infrastruktur sumber daya air juga dilaksanakan secara paralel di sejumlah wilayah lain di Aceh. Di Kabupaten Pidie Jaya, Kementerian PU melakukan perkuatan tebing dan normalisasi Sungai Krueng Meureudu sepanjang 1.459 meter, Sungai Krueng Jeulanga sepanjang 500 meter, serta perkuatan Bendung Daerah Irigasi Beuracan.

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, normalisasi Sungai Krueng Samalanga dan Sungai Krueng Peusangan terus berjalan, disertai penyediaan air bersih di 13 titik bagi masyarakat terdampak banjir.

Secara keseluruhan, Kementerian PU telah mengerahkan puluhan unit alat berat yang tersebar di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sebagai bagian dari upaya terpadu penanganan bencana banjir di wilayah Aceh, guna memberikan rasa aman dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan