INFOInfo ProyekInfrastrukturNews

Kementerian PU Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Target Rampung Juni 2026

Pembangunan Tahap II merupakan kelanjutan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Konstruksi Media — Setelah merampungkan renovasi Sekolah Rakyat (SR) Tahap I, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah di Indonesia. Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Tahap II merupakan kelanjutan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak. Setelah menyelesaikan Sekolah Rakyat Tahap I, kita langsung melangkah ke pembangunan Tahap II. Seluruhnya ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat harus dilaksanakan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan serta akuntabilitas pelaksanaan.

Sekolah Rakyat Tahap II
Pembangunan sekolah rakyat tahap II resmi dimulai. (Foto Kementerian PU)

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pembangunan infrastruktur tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan. Pekerjaan harus tepat waktu, berkualitas, serta menghasilkan sekolah yang kuat, aman, dan nyaman. Ini bukan sekadar bangunan, melainkan tempat membentuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Tahap I, Kementerian PU Perkuat Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin

“Tugas kita sangat mulia. Kita mulai memutus rantai kemiskinan dari pendidikan. Semoga Sekolah Rakyat menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan,” kata Menteri Dody.

Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi pada 102 kabupaten/kota di 32 provinsi. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp26,24 triliun, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Pembangunan dilaksanakan dengan skema multi years contract (MYC) guna menjamin kualitas dan keberlanjutan infrastruktur.

Sekolah Rakyat Tahap II
Peresmian dimulainya pembangunan sekolah rakyat tahap II. (Foto: Kementerian PU)

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Bisma Staniarto menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II telah dirancang dengan standar teknis yang komprehensif.

“Seluruh Sekolah Rakyat Tahap II dibangun dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan akses. Kami optimistis hingga akhir Januari 2026 seluruh pekerjaan pondasi dapat diselesaikan,” ujar Bisma.

Setiap Sekolah Rakyat Tahap II direncanakan berdiri di atas lahan minimal 5 hektare dan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu, meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama siswa dan guru, dapur dan kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau pendukung kegiatan belajar.

Kementerian PU menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II bersama kementerian dan lembaga terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan tepat waktu. Dengan demikian, Sekolah Rakyat dapat segera dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pemutus rantai kemiskinan di berbagai daerah. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan