Kementerian PU Kerahkan 21 Alat Berat Percepat Penanganan Darurat Infrastruktur SDA di Aceh
36 titik tanggul jebol, 143 titik tanggul kritis, serta gangguan pada jaringan irigasi di berbagai kabupaten.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 21 unit alat berat untuk mempercepat penanganan darurat infrastruktur sumber daya air (SDA) di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil menyusul kerusakan parah akibat bencana, termasuk 36 titik tanggul jebol, 143 titik tanggul kritis, serta gangguan pada jaringan irigasi di berbagai kabupaten.
“Seluruh Balai Teknis Kementerian PU terus bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan darurat pada tanggul, sungai, dan akses vital harus dipastikan berjalan tanpa menunggu. Kita akan terus memperkuat dukungan alat berat dan personel sampai kondisi kembali pulih,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Kementerian PU menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I sebagai pelaksana utama penanganan infrastruktur SDA di Aceh. Penanganan darurat dilakukan secara paralel dengan memprioritaskan lokasi yang berisiko banjir susulan melalui pengerahan alat berat dan personel tanggap darurat.
Sebanyak 21 alat berat tersebut telah ditempatkan di wilayah terdampak, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Tenggara. Alat berat seperti excavator, long-arm excavator, dan wheel loader digunakan untuk pengalihan aliran sungai, pembersihan sedimen, perbaikan tanggul, hingga pembukaan akses logistik dan jalur evakuasi.
Baca juga: Kementerian PU Kirim Tim Tanggap Darurat ke Aceh Tamiang, Bawa Air Bersih
Salah satu fokus utama adalah lanjutan pengalihan aliran Sungai Manyang di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Upaya ini telah berlangsung non-stop sejak akhir November 2025 untuk mencegah limpasan air kembali menggenangi permukiman.
Di Aceh Tamiang, BWS Sumatera I juga mendukung pemulihan layanan dasar masyarakat melalui pembersihan sedimen di kawasan Kuala Simpang. Bantuan logistik berupa sembako, selimut, dan kebutuhan pengungsi turut disalurkan oleh Satker Bendungan dan PPK Operasi dan Pemeliharaan.
Pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan turut menjadi perhatian. Pada 8 Desember 2025, tim BWS Sumatera I diterjunkan ke Kecamatan Samalanga, Bireuen, untuk membersihkan fasilitas Dayah (lembaga pendidikan Islam tradisional Aceh), serta membuka kembali akses jalan inspeksi dan fasilitas umum yang tertimbun lumpur dan material banjir. (***)




